Kamis, 4 Juni 2026

Berhadapan, Aksi Masa Pro dan Kontra Hak ANGKET di depan Grahadi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 6 Maret 2024 | 00:09 WIB
AKSI DAMAI PRO KONTRA HAK ANGKET DI GRAHADI, SELASA 5 MARET 2024 (Nawi)
AKSI DAMAI PRO KONTRA HAK ANGKET DI GRAHADI, SELASA 5 MARET 2024 (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Ratusan Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda-Pemudi bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung Grahadi Provinsi Jatim. Mereka mendukung dan mengapresiasi penyelenggara Pemilu 2024 hingga menolak hak angket, Selasa (5/2/2024) siang.

Menariknya, di waktu yang bersamaan gabungan masyarakat, buruh dan mahasiswa juga menggelar aksi menolak Pemilu curang sekaligus mendukung Hak angket yang di wacanakan untuk menyelidiki proses Pemilu 2024.

Kedua aksi ini sama-sama membawa spanduk dan speaker untuk menyampaikan pernyataan mereka. Sementara puluhan aparat kepolisian di siagakan untuk menghindari bentrok kedua kubu yang berbeda pendapat.

Baca Juga: Rekapitulasi Hari Ketiga, Tingkat Parmas Jawa Timur Tembus Tingkat Parmas Nasional

Kukuh Setya, koordinator aksi yang menolak Hak Angket menyatakan bahwa Aliansi Pemuda-Pemudi bersatu menggelar aksi damai sebagai upaya mengajak masyarakat luas, khususnya Gubernur Jawa Timur untuk mengapresiasi kinerja dari KPU dan Bawaslu yang sudah bekerja maksimal untuk menyelenggarakan Pemilu yang adil.

"Kami merasa, suara yang diperoleh pada 14 Februari lalu adalah suara yang betul tumbuh dari suara rakyat," ungkap Kukuh, kepada awak media.

"Jadi kita mengedukasi khususnya kepada masyarakat Kota Surabaya untuk tetap semangat mendukung siapapun yang bakal menjadi pemimpin Indonesia kedepan," ucapnya.

Baca Juga: Surabaya Terima Adipura Kencana, Cak Ji: Terimakasih Petugas Kebersihan dan Rakyat Surabaya!

Terkait ramai wacana Hak Angket, Kukuh menyatakan untuk menolak, karena dianggap salah wadah yang seharusnya di Gakumdu dan MK apabila ada persengketaan Pemilu.

Sementara Joko Irawan, Korlap Aksi yang sama menghimbau agar masyarakat tidak terpecah dengan adanya isu kecurangan Pemilu 2024 yang dikeluarkan sekelompok politisi dengan kepentingan tertentu.

"Kami idak memihak kubu manapun dan hanya mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu dengan harapan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar," kata Joko Irawan yang karib di panggil Glewoh.

Baca Juga: KPU Jatim Percepat Rekapitulasi Pemilu 2024

Ia juga menghimbau agar tidak ada pihak-pihak yang menyebar fitnah soal pemilu curang. Dia menyarankan agar menempuh prosedur hukum jika ada indikasi kecurangan.

"Jangan membuat berita hoax dan fitnah bahwa KPU curang. Kalaupun ada kecurangan silakan gunakan prosedur hukum yang berlaku, jangan hanya karena ketakutan akan hasil quick count sudah menyebarkan isu dan fitnah, tunggu hasil resmi dari KPU," serunya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini