NAWACITAPOST.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan Medbond (Medical Bounding) 2025: United for Elderly Care, yang digelar di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (31/5/2025).
Acara ini disambut dengan antusias oleh ratusan warga, khususnya para lanjut usia (lansia) yang tampak memenuhi balai desa sejak pagi. Didampingi perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan hipertensi pada usia lanjut.
Hadir sebagai satu-satunya narasumber, Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes., SH., MH., S.Sos., M.Sos., CLA., FISPH., FISCM, memberikan penyuluhan bertema "Nutrisi Sehat untuk Pencegahan Hipertensi pada Lansia", yang disampaikan secara interaktif dan komunikatif.
Penyuluhan disampaikan langsung oleh Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes., SH., MH., S.Sos., M.Sos., CLA., FISPH., FISCM bersama anggota tim, yaitu Dr. Wike Herawaty, drg.,M.Kes., Dr. Atik Sri Wulandari, SKM.,M.Kes., Nur Khamidah, SKM.,M.PH., Ayu C. Noviana, dr.,M.KKK., dan Inawati, dr.,M.Kes.
“Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling umum diderita oleh lansia, dan sering kali disebut silent killer karena tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, edukasi tentang pencegahan melalui nutrisi menjadi sangat penting,” terang dr. Sukma di hadapan peserta.
Dalam pemaparannya, dr. Sukma menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi ditandai dengan angka ≥ 140/90 mmHg, dan menjadi penyebab utama berbagai komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.
Baca Juga: Pengabdian kepada Masyarakat: FK UWKS Turun ke Desa Sukorejo, Sosialisasi Bahaya Stroke dan Jantung
Ia menekankan pentingnya pengendalian pola makan sebagai langkah preventif. Beberapa faktor risiko seperti konsumsi garam berlebihan, kelebihan berat badan, dan kebiasaan merokok juga dijelaskan secara gamblang.
“Nutrisi seimbang menjadi kunci utama. Konsumsi makanan rendah garam, tinggi serat, dan kaya kalium, magnesium, serta kalsium harus diprioritaskan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Sukma mengimbau warga untuk memilih makanan seperti sayur dan buah segar, susu rendah lemak, ikan dua hingga tiga kali seminggu, serta kacang-kacangan dan minyak sehat seperti minyak zaitun. Ia juga memperingatkan warga untuk membatasi makanan tinggi garam seperti kerupuk, mi instan, serta makanan cepat saji dan kalengan.
Baca Juga: Kampus Berdampak, Pengmas FK-UWKS Tanamkan Pentingnya Vitamin D bagi Siswa SMPN 56
Tak hanya menyampaikan teori, dr. Sukma juga memberikan contoh menu harian sehat bagi lansia, seperti:
- Pagi: Nasi putih, sayur bayam, tahu kukus, pepaya;