NAWACITAPOST.COM – Dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) kembali menunjukkan komitmennya dengan menggelar pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Medbond 2025: United for Elderly Care", Sabtu, 31 Mei 2025, di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini terbagi menjadi lima sesi yang mencakup penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Salah satu sesinya adalah edukasi terhadap siswa-siswi kelas 4 dan 5 MI Al-Mathlabatul Khoiriyah di Desa Sukorejo, kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik, tentang kesehatan gigi dan pola makan sehat. Mereka diajak memahami bahaya konsumsi makanan dan minuman manis yang berisiko memicu diabetes melitus serta karies gigi.
Dr. Emillia Devi Dwi Rianti, S.Si., MT, selaku ketua tim pelaksana, menyampaikan materi edukasi dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. “Perubahan pola hidup dari agraris ke industri telah menggeser kebiasaan makan masyarakat, termasuk anak-anak. Banyak yang kini mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, lemak, dan garam,” ungkapnya.
Baca Juga: Pengabdian kepada Masyarakat: FK UWKS Turun ke Desa Sukorejo, Sosialisasi Bahaya Stroke dan Jantung
Ia menjelaskan bahwa diabetes melitus merupakan gangguan metabolik akibat kadar gula darah yang tinggi karena defisit insulin. “Kondisi ini bisa menyerang anak-anak, bukan hanya orang dewasa. Begitu pula dengan karies gigi yang bisa menyebabkan rasa nyeri, infeksi, bahkan kesulitan tidur dan makan,” jelasnya.
Sesi edukasi dilanjutkan oleh drg. Wahyuni Dyah Parmasari, Sp.Ort, yang memaparkan secara visual dan interaktif tentang proses terjadinya karies akibat konsumsi makanan manis. “Bakteri di mulut sangat menyukai gula, dan dari gula inilah mereka menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi. Jika tidak segera ditangani, akan menyebabkan gigi berlubang,” ujarnya.
Untuk menyemarakkan suasana dan memastikan pemahaman anak-anak, tim FK UWKS juga mengadakan game interaktif edukatif yang melibatkan para siswa. Anak-anak diajak menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, seperti:
“Bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar?”
“Membeli jajanan apa dulu yang harus dilihat?"
'Apa saja contoh makanan yang rendah kadar gula?”
Baca Juga: Kampus Berdampak, Pengmas FK-UWKS Tanamkan Pentingnya Vitamin D bagi Siswa SMPN 56
Anak-anak yang mampu menjawab dengan tepat mendapat hadiah menarik, mulai dari peralatan sekolah, buah-buahan sehat hingga perlengkapan kebersihan gigi. Antusiasme anak-anak sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengangkat tangan dan berpartisipasi.
“Game ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuat anak-anak lebih mudah menyerap informasi. Edukasi yang dibalut permainan membuat mereka lebih bersemangat dan ingat pesan-pesan penting kesehatan,” ujar drg. Sari.