NAWACITAPOST.COM — Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) kembali menggelar pengabdian kepada masyarakat bertajuk Medbond 2025: United for Elderly Care. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (31/5/2025) di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Acara tersebut diikuti oleh puluhan warga, mulai dari kalangan lansia, jajaran perangkat desa, hingga tokoh masyarakat setempat. Antusiasme warga begitu tinggi, mencerminkan kesadaran masyarakat yang kian meningkat terhadap isu kesehatan, terutama di usia lanjut.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang difokuskan pada pencegahan dua penyakit mematikan, yakni stroke dan penyakit jantung. Keduanya dikenal sebagai non-communicable disease (penyakit tidak menular) yang menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai penyebab kematian di dunia.
Baca Juga: Kampus Berdampak, Pengmas FK-UWKS Tanamkan Pentingnya Vitamin D bagi Siswa SMPN 56
“Penyakit jantung dan stroke sangat berbahaya, namun sebenarnya bisa dicegah. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat lebih sadar untuk menjaga kesehatan sejak dini,” ujar dr Olivia Herliani, M.Si, dosen sekaligus ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat ini.
Penyuluhan disampaikan langsung oleh dr Olivia bersama anggota tim, yaitu Noer Kumala Indahsari, S.Si, M.Si, Prof Dr. Suhartati, dr., M.S. Mereka memberikan pengetahuan mendalam mengenai faktor risiko, gejala awal, serta tindakan pencegahan yang bisa dilakukan di tingkat individu maupun keluarga.
“Kami menjelaskan tentang pentingnya deteksi dini, perubahan gaya hidup, serta pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Pemeriksaan berkala dan kontrol ke dokter sangat penting dilakukan,” ungkap dr Olivia.
Baca Juga: Sinergi Antar Universitas: UWKS Edukasi Mahasiswa Adi Buana tentang Genetika dan Infertilitas
Selain penyuluhan, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan gratis yang ditangani langsung oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran UWKS.
Sementara itu, Noer Kumala Indahsari, S.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dari waktu ke waktu sebagai bagian dari komitmen UWKS dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Inilah bagian dari tanggung jawab kami sebagai insan akademis. Ilmu tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk rakyat,” tegasnya.
Sesuai dengan visi dan misi FK UWKS yang menitikberatkan bidang kedokteran komunitas terutama pada usia rentan (manula), kegiatan ini merupakan tindak nyata upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Masyarakat pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di masa mendatang.
Baca Juga: Sinergi FK-UWKS dan RSUD Syamrabu: Tingkatkan Kesadaran Osteoporosis di Bangkalan
Kepala Desa Sukorejo, Fatkur Rohman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi UWKS yang dirasa sangat bermanfaat bagi warganya. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, apalagi banyak lansia di desa kami yang belum paham soal stroke dan jantung. Terima kasih UWKS atas perhatiannya,” ungkapnya. ***