NAWACITAPOST.COM — Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian serta tantangan ekonomi makro yang kian kompleks, stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak terlepas dari tangan-tangan strategis yang bekerja di balik layar.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan fiskal nasional.
Di bawah komando Menteri Keuangan Suahasil Nazara, institusi krusial ini dinakhodai oleh seorang birokrat karir berdedikasi tinggi: Suminto, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Tri Adhianto Buka Jalan Investasi Beijing-Jiangsu, Kota Bekasi Menuju Pusat Ekonomi Digital
Sosok Suminto merupakan figur teknokrat senior yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mengawal keuangan negara. Lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 7 Juli 1972, Suminto membangun fondasi intelektualnya melalui dunia akademik yang kuat.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga, sebelum melanjutkan studi pascasarjana bertaraf internasional.
Suminto sukses meraih gelar Master of Science (M.Sc.) in Development Finance dari Hiroshima University serta gelar doktor (Ph.D.) in Development Economics dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.
Kombinasi ilmu hubungan internasional dan ekonomi pembangunan inilah yang kemudian membentuk ketajaman analisisnya dalam membaca peta risiko keuangan global dan domestik.
Perjalanan pengabdian Suminto di Kementerian Keuangan bukanlah kisah yang singkat. Mengawali karier birokrasinya pada tahun 1996, ia telah melintasi hampir tiga dekade masa bakti dengan mengemban berbagai posisi strategis.
Rekam jejaknya mencakup penugasan di Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Sekretariat Jenderal, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang yang kini bertransformasi menjadi DJPPR.
Kecakapannya dalam mengelola instrumen fiskal tampak nyata ketika ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Pembiayaan Syariah pada periode 2014–2018, serta merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pinjaman dan Hibah pada 2017–2018.
Tidak berhenti di situ, eskalasi kariernya terus berlanjut tatkala ia diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara pada 17 Juli 2018.
Baca Juga: Guncang Era AI, Raksasa Promedia Group Gandeng Pascasarjana UNY Cetak SDM Media Masa Depan
Konsistensi kinerjanya membawanya dipercaya mengisi posisi strategis lainnya sebagai Staf Ahli Bidang Makroekonomi dan Keuangan Internasional pada 3 Oktober 2019, serta Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal pada 2 Agustus 2021.
Akumulasi pengalaman lintas sektor dan pemahaman mendalam mengenai makroekonomi inilah yang mengantarkannya pada puncak penugasan sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Dilantik pertama kali pada 1 November 2022 dan kembali dikukuhkan dalam posisi yang sama pada 23 Mei 2025, Suminto memikul tanggung jawab mahaberat: merumuskan strategi pembiayaan negara yang efisien sekaligus memitigasi risiko fiskal guna menjamin kesinambungan pembangunan nasional di bawah arahan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Atas dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata yang diberikan selama puluhan tahun sebagai aparatur sipil negara, pemerintah Republik Indonesia menganugerahinya penghargaan prestisius berupa Satyalancana Karya Satya XX Tahun.
Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan atas loyalitas tanpa kompromi dalam mengawal perekonomian bangsa, menjadikan Suminto salah satu pilar vital dalam arsitektur keuangan Indonesia modern.(Fifi Abdurahman)