Organisasi seperti PGRI seharusnya mendapat pemimpin perubahan, bukan pemimpin diktator dan otoriter yang membuat PGRI terpecah - pecah dan tercabik - cabik, hingga tidak ada kejelasan dalam penyelesaian. Kunci kemajuan di organisasi adalah ada pada pemimpinnya, ini berkali - kali saya contohkan pada pemimpim seperti almarhum Bapak Bahsuni, Bapak Prof. Dr. Moh Surya, dan terakhir Bapak Dr. Sulistiyo beliau menjadi ketua juga bapak pembimbing dan pelindung guru.
Baca Juga: Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan Mengundurkan Diri, PGRI Jatim Lantik PAW
Mengayomi guru siang dan malam, selalu berfikir tentang guru ide dan gagasan tentang guru terlindungi menjadi pemicu lahirnya undang - undang guru dan dosen yang cukup, membuat jagad guru berubah secara mencolok, jabatan guru banyak diminati anak - anak muda yang cerdas, semua perguruan tinggal penyelenggara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menjadi ikut makmur.
Luar biasa mereka sebagai pemimpin perubahan, dan di era saat ini menjadi titik balik kondisi guru mengenaskan tercabik- cabik tidak bersatu diprovokasi oleh oknum yang suka memancing di air keruh dan mendapatkan keuntungan dari kondisi PGRI yang sedang terpuruk.
Baca Juga: Merasa Dirugikan Pihak BPH, YPLP Dasmen PGRI Jatim Layangkan Somasi ke Pusdatin
Guru honor GTT seharusnya hari ini harus di advokasi dibela dikomunikasikan pada pemerintah hingga merekan bisa menjadi Aparat Sipil Negara (ASN), organisasi yang merasa didukung banyak pihak tidak berbuat bahkan abai pada guru honorer, meskipun pihak sebelah yang dikatan ilegal tidak di dukung tidak sah tapi masih berbuat pada GTT dengan loby - loby ditingkat dirjen alhamdulillah masih bisa membangun dengan pihak kementerian dirjen GTK daripada pihak sebelah yang asik dengan semangat menghancurkan lawan tanpa ada niatan membangun komunikasi dengan pihak - pihak yang bersebrangan untuk segera melakukan islah Nasional, tertutup sudah hatinya.
Maka dapat disimpulkan dari kejadian - kejadian yang terjadi di PGRI hari ini adalah disebabkan oleh karena AD / Art hanya dijadikan aksesoris belaka bagi organisasi tidak dijadikan pedoman bahkan sering dilanggar sendiri oleh pimpinan organisasi.
Hidup guru !!
Hidup PGRI !!!
SOLIDARITAS. YESSSS !!!!
Jember, 11 Juli 2024
Penulis Drs. Supriyono, SH
Ketua PGRI Kabupaten Jember
Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com melalui aplikasi Facebook silahkan klik disini, dan disini juga melalui aplikasi Twitter atau X silahkan klik disini pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
PGRI Jember Tolak Kehadiran Unifah Rosyidi, Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Banyuwangi Berikan Tanggapan
PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Dua Puisi Warnai Sela-sela Aksi Para Guru
Merasa Dirugikan Pihak BPH, YPLP Dasmen PGRI Jatim Layangkan Somasi ke Pusdatin
Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan Mengundurkan Diri, PGRI Jatim Lantik PAW
Gugatan PGRI Tidak Diterima, Supriyono Angkat Bicara
Putusan PTUN Nomor 659/G/2023/PTUN.JKT Tidak Dapat Diterima, Dienza Agoestha Buka Suara
Terkait Tugas, Fungsi dan Kewajiban PGRI, Ketua PGRI Jember Supriyono Sampaikan Ini
Betulkah Pembekuan Organisasi PGRI Kabupaten Syarat dan Prosedurnya