Jumat, 5 Juni 2026

Poltak Pakpahan, Dulu Hingga Kini

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Kamis, 29 Juli 2021 | 16:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Siapa yang tak kenal Poltak Pakpahan? Ketua DPRD Tapanuli Utara (Taput) mempunyai kisah hidup yang menarik diulas. Poltak yang lahir di Parsorminan Pangaribuan Taput 24 September 1965 silam tersebut tetap aktif sebagai guru Jemaat di Gereja HKBP meskipun sibuk dengan dunia perpolitikan.

Poltak merupakan anak kedua dari delapan saudara dan ia adalah anak laki-laki paling besar. Ia juga dibesarkan dari keluarga sederhana, orang tuanya adalah seorang guru.

Poltak memulai pendidikan dasar di SDN Parsorminan lanjut ke SMPN 1 Pangaribuan. Saat menjalani pendidikan di SMPN 1 Pangaribuan, Poltak termasuk siswa berprestasi juara satu atau dua adalah merupakan tidak luput dari genggamannya.

Selesai menamatkan pendidikan di SMPN 1 Pangaribuan, Poltak pun melanjutkan pendidikan di SMA Methodis Medan. Selama di SMA Methodis Medan gelar juara tetap mampu disandangnya.

Selesai menamatkan pendidikan di SMPN 1 Pangaribuan, Poltak pun melanjutkan pendidikan di SMA Methodis Medan. Selama di SMA Methodis Medan gelar juara tetap mampu disandangnya.

Usai tamat SMA, Poltak masuk perguruan tinggi DIII Politeknik Universitas Sumatera Utara (USU). Untuk mendapat gelar jenjang S1 dilanjutkannya ke Universitas Nomensen Medan saat dibangku kuliah Ayahnya meninggal dunia.

Kematian ayahnya sempat membuat Poltak hampir meninggalkan bangku kuliahnya. Situasi ini memaksanya mencari uang tambahan membantu ibunya dengan karya-karyanya sebagai seorang arsitek bangunan.

Akhirnya ia bisa membantu adik-adiknya serta membayar uang kuliahnya sendiri bahkan juga pernah sesekali buruh bangunan selain pernah asisten dosen.

Saat kuliah, Poltak bergabung dengan partai PDI, selain itu juga Poltak masuk organisasi pemuda Kristen yang menentang rezim orde baru kala itu. Tahun 1990, Poltak berhasil menyelesaikan bangku kuliah dari Universitas Nomensen Medan.

Poltakpun memulai pekerjaan sebagai arsitek pada perusahaan kontraktor infrastruktur swasta di kota Medan. Bekerja di perusahaan swasta tidak membatasi ruang geraknya untuk berkarya dibidang arsitek bangunan. Saat libur kerja dia juga menerima pesanan lain diluar perusahaan untuk menambah penghasilanya.

Keterlibatan Poltak dengan PDI Perjuangan yang dimulai sejak mahasiswa terus dia pupuk, sambil bekerja sebagai kotraktor dukungannya bagi partai berlambang moncong putih itu terus diikuti dengan mengabdikan diri sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang PAC PDIP Kecamatan Medan Perjuangan.

Pada pemilu 2019 lalu, Poltak dipercaya masyarakat Sipahutar Pangaribuan dan Garoga menjadi DPRD Taput untuk ketiga kalinya dengan raupan suara 2.445.

Tentunya sebagai petahana yang sudah pengalaman dua periode di DPRD, bersama sembilan caleg PDIP yang diprediksi lolos akan mengawal pemerintahan Bupati Taput Nikson Nababan dan Wabup Sarlandy Hutabarat periode 2019-2024.

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini