Masih bersama Totok, untuk masyarakat itu yang ada nilai lebihnya adalah integritas, supaya apa, inilah ada nilai lebih dan menjadi harapan masyarakat.
"Karena pemimpin pada dasarnya adalah, pemimpin yang predictable atau gampang ditebak oleh masyarakat, jadi itu adalah pemimpin yang bagus," terang Totok.
Totok mengungkapkan, selain itu kalau bicara tentang biaya operasional politik, akhirnya mengarah ke pragmatisme yang tidak bisa dihindari.
"Oleh karena itu masalah integritas dan idealisme paling tidak kita kedepankan kedepannya, jadi jangan sampai melulu pragmatisme saja, tapi juga idealismenya, karena kalau tidak nanti yang repot kita kedepannya," ungkapnya.
Totok menegaskan, jadi kedepan ini pemimpin yang diharapkan betul oleh masyarakat, kalau kita hanya mendorong pragmatisme politik, itu akhirnya masyarakat tidak dapat apa-apa.
"Yang dapat apa-apa ya pemimpin, kalau kita kedepankan idealisme, di masyarakat pasti mendapatkan nilai," pungkasnya.
Artikel Terkait
Gudang Pengepakkan Pupuk di Pinang Sebatang Barat Resahkan Masyarakat: Lawyer PT. ACS Belum Dapat Intruksi DLHK Siak
Jelang HUT ke 14, Kongres Advokat Indonesia Jatim Gelar Bedah Buku 'Tanggunggugat Pemerintah'
Hadiri Audensi di Pemkab Nganjuk, HRD dan Lawyer PT Gunawan Fajar Akui Tak Penuhi Hak-hak Normatif Karyawan
Kemenkumham Sumsel Hibur Anak Binaan LPKA Palembang Hadirkan Orang Tua Saat Buka Bersama
Buka Bersama Polresta Sidoarjo Bersama Bupati Sidoarjo Mempererat Kerukunan
Berbagi Pada Momentum Bulan Suci, DPC KAI ISL Nganjuk Gelar Bukber