NAWACITAPOST.COM — Sebagai perawat ada tuntutan untuk ramah terhadap pasien, karena keramahan merupakan bagian dari pelayanan prima dan mendukung kesembuhan pasien secara moril maupun fisik, serta menciptakan rasa nyaman dan kepercayaan.
Perilaku ramah, termasuk senyum, sentuhan, dan mendengarkan penuh perhatian, sudah banyak terbukti meningkatkan kepuasan pasien dan mendukung proses penyembuhan pasien.
Bahkan keramahan perawat merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan. Pelayanan yang ramah dan sopan juga akan berkontribusi pada kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.
Baca Juga: Pertanyakan Jadwal Hearing, Aliansi RT RW Datangi Kantor DPRD Kabupaten Nganjuk
Seperti yang dilakukan oleh Eko Apri Darto pria asal Dusun Jenar, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, perawat Poliklinik Ortopedi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ramah dan sopan ketika memberikan pelayanan kepada pasien (masyarakat).
"Bagi saya pasien adalah keluarga yang tidak bisa dilepaskan begitu saja, dan harus diberikan pelayanan yang maksimal," ucap Eko Apri Darto kepada wartawan Nawacitapost.com, pada Jum'at (12/9/2025) malam.
Adapun biodata lengkap Eko Apri Darto adalah sebagai berikut:
Eko Apri Darto mengatakan bahwa, dirinya dilahirkan di Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (28/4/1974) silam, anak pertama dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Saerodji (78) dengan Suwarti (almarhum) yang memiliki tiga saudara.
"Pekerjaan bapak adalah seorang pensiunan PNS dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) pada sekitar tahun 2003, sementara untuk ibu saya sudah meninggal dunia sejak sekitar tahun 2018 silam," kata pria yang akrab disapa Eko.
Sementara profil lengkap pendidikan Eko Apri Darto adalah sebagai berikut:
Menurut Eko, dirinya mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk dan lulus pada tahun 1986.
"Kemudian saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kertosono, Nganjuk, lulus pada tahun 1989. Setelah itu saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kertosono (SMAKer), lulus pada tahun 1992," urainya.
Tak hanya sampai di situ saja, Eko menyampaikan bahwa, dirinya juga menempuh pendidikan Diploma Tiga (D3) pada perguruan tinggi Karya Husada yang berlokasi di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Perlu diketahui panggilan akrab Eko Apri Darto adalah sebagai berikut:
"Ketika saya duduk di bangku SMA, oleh teman-teman akrab dipanggil wayang, karena saya paham cerita pewayangan. Berbeda ketika duduk di bangku kuliah, saya pada saat kuliah oleh teman-teman saya akrab disapa Cakil, karena bisa memperagakan Tari Cakilan," tuturnya.
Baca Juga: Diduga Kurang Serius Kroscek HET Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Nganjuk Tak Menjelaskan Apapun
Artikel Terkait
Laksanakan Kegiatan Hari Krida, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Menggelar Agriexpo 2025
Setelah Dapat Laporan, Tim Diskopum Kabupaten Nganjuk Lakukan Sidak ke Tanjunganom
Tanggapi Penolakan Peliputan di Kantor KSP, Anggota Komisi I DPRD Nganjuk Buka Suara
PPATK Temukan 27.932 Pegawai BUMN Terindikasi Terima Bansos, Ini Tanggapan Komisi I DPRD Nganjuk
Dugaan Korupsi DD Dadapan Menguat, Kejari Nganjuk: Status Perkara Naik ke Tahap Penyidikan