"Kita melihat AH Thony merupakan politisi yang sudah banyak berkontribusi untuk kota Surabaya, namun kita juga melihat beliau bukan politisi yang doyan glamoritas membangun pencitraan," kata Rudi yang merupakan salah satu tokoh pergerakan di Surabaya ini.
Baca Juga: Golkar Usung Eri Cahyadi? Arif Fathoni: Tunggu Komunikasi KIM
Salah satu contoh adalah perjuangannya memberikan payung hukum untuk Surabaya terkait identitas sebagai kota Pahlawan.
"Selama ini, Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan, tapi apakah ada payung hukum yang melingkupinya? Nah, sebagai anggota dewan, mas Thony berinisiatif mencetuskan Perda terkait kepahlawanan sekaligus budayanya," ungkap Rudi.
Begitu juga jika kaitkan dengan kota lama yang saat ini menjadi panggung politik petahana.
Baca Juga: Akhirnya, Rekomendasi PDIP turun ke Eri Cahyadi-Armuji untuk Pilkada Surabaya
"Siapa yang tahu bahwa awal mula gagasan kota lama ini dari beliau (AH Thony, red), tapi beliau memang bukan type politisi pesolek di medsos yang riak dengan apa yang sudah dilakukannya untuk masyarakat," tutur Gus Wawan.
"Itu yang membuat masyarakat kurang tahu, banyaknya prestasi AH Thony di Surabaya," lanjutnya.
Diakhir, Rudi kembali berharap agar seluruh partai KIM mensolidkan barisan seperti saat memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu.
Baca Juga: Resmi! PKS Usung Eri Cahyadi sebagai Calon Walikota Surabaya
Deklarasi untuk AH Thony dan Bayu Airlangga sekaligus tasyukuran pembukaan sekretariat bersama rumah pemenangan Relawan Surabaya Maju 2024 ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada beberapa tokoh agama yang turut hadir. ***
Artikel Terkait
Fraksi Demokrat-NasDem: Penetapan APBD Surabaya Harus Sesuai Aturan
Konflik Warga Manyar dengan Sekolah Petra, DPRD Surabaya Minta Utamakan Kepentingan Anak Sekolah
Komisi A DPRD Surabaya Dorong Jaminan Asuransi untuk Pengurus Masjid
Iuran RW Tompotika Tuai Kritik: DPRD Surabaya Pertimbangkan Langkah Hukum
Apel Akbar 5000 Satgas PDI Perjuangan di Surabaya, Siap Kawal Pilkada 2024
Pajak Bertutur 2024: Edukasi Pajak Melalui Drama di SMP Negeri 22 Surabaya