NAWACITAPOST.COM – Halal bihalal keluarga besar Partai NasDem se-Jawa Timur, Selasa (21/4/2026), menjadi momentum konsolidasi besar yang dihadiri tokoh nasional hingga jajaran elite Jawa Timur.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Umum DPP NasDem Saan Mustopa, hingga jajaran anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota se-Jatim.
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin menegaskan, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang penguatan batin dan komitmen perjuangan politik.
“Momentum ini bukan sekadar tradisi, tapi ruang kebatinan untuk saling memaafkan, menguatkan hati, dan meneguhkan kembali komitmen perjuangan kita,” tegas Lita yang saat ini diberi amanah menjadi anggota Komisi X DPR RI.
Dalam suasana yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Lita juga memberi penghormatan kepada perempuan Indonesia.
“Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus kita hidupkan. Perempuan harus berani bermimpi, berjuang, dan mengambil peran penting, termasuk kader perempuan NasDem di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia juga menyebut kehadiran Surya Paloh sebagai energi besar bagi kader di daerah.
“Kehadiran Ketua Umum adalah kehormatan sekaligus penyemangat luar biasa. Kami merasa dikuatkan dan semakin optimis menatap masa depan perjuangan partai,” katanya.
Secara politik, Lita membeberkan kekuatan NasDem Jatim saat ini yang ditopang 7 anggota DPR RI, 10 anggota DPRD Provinsi, dan 140 anggota DPRD kabupaten/kota.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti kepercayaan rakyat. Namun ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi,” tegasnya.
Ia menargetkan Jawa Timur menjadi lumbung suara utama NasDem pada Pemilu 2029.
“Tahun 2029, Jawa Timur harus menjadi lumbung utama suara NasDem secara nasional,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memuji soliditas dan militansi kader NasDem. Ia bahkan menyebut peran partai ini signifikan dalam perjalanan kepemimpinannya.
“NasDem mengantarkan kami memimpin Jawa Timur tanpa mahar. Pada periode kedua pun dukungan itu kembali diberikan. Ini tidak akan pernah kami lupakan,” ungkap Khofifah.
Khofifah juga memaparkan capaian strategis Jawa Timur yang kini menjadi lumbung pangan nasional.