Kamis, 4 Juni 2026

PDIP Surabaya Peringati 29 Tahun Kudatuli, Yordan: Bukan Sekadar Doa, Tapi Darah, Air Mata dan Komitmen

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Minggu, 27 Juli 2025 | 21:09 WIB

NAWACITAPOST.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan 29 tahun peristiwa Kudatuli atau kerusuhan 27 Juli 1996 secara serentak di 155 titik se-Kota Surabaya. Peringatan ini tak hanya dipusatkan di Kantor DPC, tapi menyentuh hingga tingkat kelurahan sebagai bentuk refleksi, konsolidasi, dan pendidikan politik kader akar rumput.

Acara utama di Kantor DPC PDIP Surabaya diwarnai pemutaran film dokumenter Kudatuli dan refleksi sejarah oleh Baktiono, pelaku sejarah Kudatuli yang saat ini sebagai sekretaris DPC PDIP Surabaya.

“Peristiwa Kudatuli adalah tonggak sejarah lahirnya PDI Perjuangan. Tanpa peristiwa itu, mungkin tidak akan ada partai ini,” ujar Baktiono. “Tanpa Kudatuli, tidak ada reformasi,” ungkapnya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Gelar Peringatan Kudatuli di 155 Titik, Yordan Bataragoa: Momen Refleksi dan Penguatan Kader Akar Rumput

Yordan M. Batara-Goa, Plt Ketua DPC PDIP Surabaya sekaligus anggota DPRD Jawa Timur dalam orasinya menyebut Kudatuli sebagai peristiwa luar biasa yang tak boleh dilupakan oleh seluruh kader PDIP, dari tingkat pusat hingga anak ranting.

“Kenapa peringatan Kudatuli kita laksanakan sampai tingkat kelurahan? Karena kita ingin peristiwa ini hidup dalam sanubari semua kader, bukan hanya di DPC, tetapi juga anak ranting,” tegas Yordan.

Yordan juga menekankan pentingnya memperingati Kudatuli bukan sekadar sebagai seremoni, tetapi sebagai bahan bakar semangat untuk memperjuangkan rakyat. Ia bahkan menyebutkan bahwa kekuatan PDIP tak dibangun dengan retorika semata.

Baca Juga: Siapa Paling Kuat? Tiga Nama Bersaing Rebut Kursi Ketua DPC PDIP Surabaya

“Partai ini tidak lahir hanya dengan doa dan niat baik, tetapi juga dengan darah dan air mata. Itulah yang membedakan PDI Perjuangan dari partai lain,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.

Dalam acara tersebut, juga hadir elemen-elemen pendukung partai, seperti Komunitas Juang Merah Total (KJMT), divisi becak, serta dari Pro-Meg (Promeg) yang disebut sebagai penjaga api perjuangan sejak awal kelahiran partai.

“Teman-teman dari Promeg, kalianlah yang menjaga nyala semangat ini tetap hidup. Tanpa kalian, kita tak akan berada di sini,” ucap Yordan mengapresiasi.

Baca Juga: DPC PDIP Surabaya ajak Masyarakat Tonton Film Bung Karno: 'Warisilah Apinya, Bukan Abunya'

Tak hanya soal sejarah, Yordan menyinggung tantangan bangsa hari ini. Ia menyebut Indonesia pernah lebih unggul dari negara seperti Singapura, namun kini tertinggal.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB