NAWACITAPOST.COM - Wakil ketua DPRD kota Surabaya, AH Thony merasa kawatir melihat penyelenggaraan Pemilu di kota Surabaya yang penuh dengan ketidak jujuran, terutama dalam pemilu Legislatif (Pileg) nya.
Sikap tersebut disampaikan alumni'94 Fisip UGM ini menyikapi laporan koordinator saksi Gerindra Surabaya dapil 3 terkait penggelembungan suara di Dapil 3 Surabaya yang menaungi 7 kecamatan wilayah timur - utara Surabaya ini.
"Pemilu, seharusnya bisa jadi filter untuk memilih dan mendudukkan anggota dewan yang memiliki kualitabilitas, dan moralitabilitas yg baik. Tapi kalau pelaksanaanya banyak berlumuran kesalahan, kecurangan, pencurian suara, dan ketidak jujuran semacam ini, mana mungkin negara atau pemerintahan ini bisa berjalan dengan baik? Mustahil !" ungkap Thony, Politisi Partai Gerindra kepada Media Nawacitapost.com, Rabu (20/3/2024), di Gedung DPRD Surabaya, jalan Yos Sudarso.
Baca Juga: Penggelembungan Suara di Dapil 3 Surabaya, AH Thony: Periksa PPK, Panwas dan Caleg terlibat!
Selain itu, menurut Thony, tindakan ini mencerminkan betapa mereka (penyelenggara pemilu, red) benar benar brutal dan gelap mata.
"Bagaimana tidak ! Pemilu ini terlaksana dengan melibatkan banyak pihak, baik yang duduk sebagai KPPS, pemilih tua dan muda yang jumlahnya jutaan. Dengan biaya yang sangat mahal, tapi dengan brutal dikhianati dan dirusak hanya oleh segelintir orang saja," tegasnya.
Kejahatan itu sangat menyakiti hati semua panitia pemilu di lapisan bawah yang sudah kerja pagi siang malam bahkan sampai pagi.
Baca Juga: Caleg Surabaya Bahtiyar Rifai 'DIDUGA' Lakukan Money Politik
"Makanya, jangan salahkan kalau kedepan akan banyak orang yang tidak mau jadi KPPS dll, mereka banyak mengadu, merasa pekerjaannya yang dilakukan dengan baik dan penuh ketelitian, pagi hingga pagi lagi, mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran, bahkan biaya pribadi, ternyata diluar dugaan diobrak abrik dengan seenaknya," ungkap Thony.
"Ini langkah awal yang perlu kita lakukan bersama untuk mengetahui apakah benar Pemilu di negeri yang kita cintai ini sudah dilaksanakan secara berintegritas dan menghasilkan produk yang memenuhi kwalitabilitas dan moralitabilitas seperti yang diharapkan? Sudah apa belum?" tanya Thony, sembari menunjukkan hasil pencermatan rekapitulasi suara partai-partai di 7 kecamatan se-dapil 3 Surabaya.
Upaya pembandingan itu, menurut Thony tidak untuk mengusik partai lain, tapi untuk bukti bahwa penggelembungan itu "Benar-benar ada" dan nantinya akan dijadikan laporan dugaan terjadinya tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara secara terstruktur, sistematis, dan masif.
Baca Juga: Kesal! Bambang Haryo hadiri undangan Bawaslu Surabaya, sebut salah satu Pengurus Gerindra
Kasus penggeseran suara tidak sah, suara partai dan suara antar caleg yang diduga dilakukan penyelenggara ditingkat kecamatan bersama jaringanya, tentunya untuk menggelembungkan suara caleg tertentu ini. Hal ini memberi gambaran betapa pelaksanaan pemilu ini makin lama terbukti tidak makin baik, tapi tambah amburadul dan kejahatannya makin brutal.
Karenanya, kata Thony, kalau bisa KPU jangan hanya mencatatkan pelantikan KPPS nya dalam rekor MURI, tapi juga perlu mencatatatkan kebrutalannya dalam rekor MURI juga.
Artikel Terkait
MAKI Jatim 'MENCIUM' Manuver Bawaslu Surabaya di Pemilu Jawa Timur
Penggelembungan Suara di Dapil 3 Surabaya, AH Thony: Periksa PPK, Panwas dan Caleg terlibat!
'Diduga' pindahkan Suara: PPK Kenjeran Diadukan, Juliana Evawati dalam Sorotan
Pilkada Surabaya, Sarana Demokrasi Minta PDIP belajar dari Pengkhianatan Jokowi
Internal PKB Akui Laporan AMI terkait Dugaan Oknum Caleg Menggunakan Ijazah SMP
Gawat! Tiga Caleg Terpilih Gerindra Dipanggil Bawaslu Surabaya
Kesal! Bambang Haryo hadiri undangan Bawaslu Surabaya, sebut salah satu Pengurus Gerindra