NAWACITAPOST.COM — Sebuah kontras yang menyakitkan kini sedang telanjang bulat di hadapan publik Kabupaten Pesawaran, Lampung. Di satu sisi, lembaran data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) membongkar angka-angka fantastis miliaran rupiah yang mengalir lancar demi kenyamanan para wakil rakyat. Di sisi lain, ratusan perut warga di tiga desa Kecamatan Kedondong, keroncongan dan digantung tanpa kepastian pasca-tragedi berdarah di tambang emas.
Hingga Sabtu (23/5/2026), tanda tanya besar masih mencengkeram benak masyarakat Desa Harapan Jaya, Sinar Harapan, dan Babakan Loa. Janji tinggal janji, hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dinanti tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
Ironi SiRUP: Rakyat Menjerit, Anggaran Dinas DPRD "Melejit"
Ketika masyarakat bawah dipaksa bertahan hidup tanpa pendapatan yang pasti, dokumen negara justru merekam aktivitas belanja perjalanan dinas dan fasilitas DPRD Pesawaran yang nilainya bikin elus dada.
Baca Juga: Sumatera Blackout! Putusnya Jalur Transmisi Picu Kelumpuhan Listrik Massal dari Aceh Hingga Riau
Bukan sekadar ratusan juta, tapi Miliaran Rupiah uang rakyat dari sektor pajak digelontorkan dari pusat. Publik kini menggugat: Dari anggaran jumbo bertahun-tahun ini, apa bukti nyata untuk kesejahteraan rakyat? Jangan sampai wakil rakyatnya sejahtera, rakyatnya sengsara!
Berikut adalah rincian anggaran fantastis Sekretariat DPRD Pesawaran yang berhasil dihimpun dari tahun 2024 hingga 2026:
Tahun Anggaran 2026 (Baru Berjalan Januari)
- Fasilitasi Tugas DPRD (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp3.458.431.000
- Peningkatan Kapasitas DPRD (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp720.316.000
- Administrasi Umum Perangkat Daerah (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp548.086.000
- Penyerapan dan Penghimpunan Aspirasi (Perjalanan Dinas Biasa dan Dalam Kota): Rp237.150.000
Tahun Anggaran 2025
- Fasilitasi Tugas DPRD (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp4.180.676.080
- Administrasi Umum Perangkat Daerah (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp932.933.000
- Peningkatan Kapasitas DPRD (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp868.099.060
- Pembentukan Perda (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp656.049.350
- Penyerapan & Penghimpunan Aspirasi (Perjalanan Dinas Dalam Kota): Rp335.400.000
Baca Juga: Bukan Sekadar Salin Opini, Wenseslaus Manggut: Jurnalis Isu HAM Harus Keluar dan Temukan Fakta!
Tahun Anggaran 2024
- Fasilitasi Tugas DPRD (Belanja Perjalanan Dinas Biasa): Rp4.630.548.000
- Penyerapan & Penghimpunan Aspirasi (Perjalanan Dinas Dalam Kota): Rp765.000.000
Tragedi Cikantor dan Misteri Hasil RDP yang "Membatu"
Dramatisasi anggaran di atas terasa kian menyengat jika disandingkan dengan realita di lapangan. Anggaran penyerapan aspirasi yang mencapai ratusan juta tiap tahunnya seolah mandul saat berhadapan dengan urusan hajat hidup penambang lokal.
Semua bermula dari tragedi kelam runtuhnya batuan material tambang milik PT LKC yang menewaskan seorang warga Desa Harapan Jaya, Dusun Cikantor. Korban tertimbun saat mencoba mencari sesuap nasi di areal tambang pada malam hari. Pasca-insiden maut tersebut, DPRD bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga perusahaan besar: PT LKC, PT LSB, dan PT KBU.
Puncaknya, pada Februari 2026 silam, Gedung Serba Guna (GSG) DPRD Pesawaran menjadi saksi digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) panas. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh:
- Fanny Setiawan Kepala DPMPTSP (Dinas Perizinan).
- M Iqbal Kepala Dinas Koperasi.
- Pihak Pengusaha Tambang Emas.
Baca Juga: Gelar Silaturahmi Strategis, Sekda dan DPRD Siak Komit Fasilitasi Penuh LAN Perangi Narkotika
Nahasnya, sejak genderang RDP ditabuh hingga hari ini, riak hasilnya nihil.
Rakyat di tiga desa yang bergantung pada sektor ini dibiarkan telantar tanpa kejelasan: Apakah ladang mata pencaharian mereka bisa dibuka kembali secara legal, atau mereka harus terus terjebak dalam pusaran kemiskinan?
Artikel Terkait
Aksi Nyata Pemuda! Sambut HJB ke-544, KNPI Dramaga Gelar Sunatan Massal Mandiri untuk Puluhan Anak
Kawal Visi Prabowo, BRN Kalbar Desak KPK Beri Kepastian Hukum Kasus Korupsi "Orang Nomor Satu"
Membongkar DNA Telkom University: Kampus Digital Terbaik Indonesia Berpredikat 'Unggul'
Miliaran Dana Korban Bencana Padangsidimpuan Diduga Menguap ke Kantong Pejabat!
Menyokong IKN, UNTAG Samarinda Siap Cetak Inovator Berjiwa Nasionalis dan Entrepreneur