Minggu, 19 Juli 2026

Garda Depan Ketahanan Pangan: DPRD Nganjuk Kawal Kolaborasi Akbar TNI dan Petani Menuju Swasembada Kedelai Nasional!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sejauh mata memandang, hamparan hijau yang perlahan menguning di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, menjadi saksi bisu dari sebuah momentum bersejarah. Di atas tanah petinggi Jawa Timur ini, sebuah sinergi raksasa antar-elemen bangsa dideklarasikan.

Bukan sekadar seremonial, kehadiran DPRD Kabupaten Nganjuk di barisan terdepan menegaskan komitmen kuat daerah dalam mengawal kebangkitan kedelai lokal menuju panggung ketahanan pangan nasional.

Kamis (14/5/2026), atmosfer di Kecamatan Wilangan mendadak bergetar penuh optimisme. Bendera ketahanan pangan dikibarkan dalam acara Panen Raya Kedelai skala besar yang diinisiasi oleh TNI AL. Kehadiran tokoh-tokoh kunci negara—mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, hingga Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, menandakan betapa strategisnya posisi Nganjuk di peta pangan Indonesia.

Baca Juga: Air Kali Rawalumbu Berubah Warna, DLH Kota Bekasi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Tumpahan Cat

Di tengah gemuruh apresiasi nasional tersebut, Suprapto Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk (Bidang Perekonomian dan Keuangan), Suprapto, hadir langsung di lapangan. Langkah kakinya di antara tanaman kedelai siap panen bukan sekadar formalitas pejabat, melainkan bentuk pengawasan nyata dan dukungan moril mutlak parlemen daerah terhadap nasib para petani.

DPRD Nganjuk: "Ketika TNI dan Petani Bergerak, Swasembada Bukan Lagi Wacana!"

Menanggapi gerakan masif ini, Suprapto Ketua Komisi II DPRD Nganjuk, dengan nada bergetar penuh optimisme menegaskan bahwa Nganjuk siap menjawab tantangan pangan global. Di bawah pengawasan legislatif, kolaborasi lintas sektor ini diyakini akan menjadi hulu ledak kebangkitan ekonomi daerah.

“Panen raya ini adalah bukti otentik. Nganjuk memiliki DNA sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional! Ketika kekuatan TNI, pemerintah pusat, dan keringat para petani menyatu di lapangan, maka optimisme swasembada pangan bukan lagi sekadar narasi di atas kertas. Ini adalah realita yang sedang kita bangun!” tegas Suprapto.

Politisi yang dikenal karismatik dan dekat dengan wong cilik ini tertangkap kamera aktif menyapa, berdialog, dan menyerap langsung aspirasi para petani di sela-sela panen. Baginya, kedatangan para petinggi militer dan menteri ke Nganjuk harus dikonversi menjadi kebijakan daerah yang berpihak pada petani jelata.

Baca Juga: Demi Nyawa dan Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Resmi Segel Perlintasan Liar di Blitar!

Menembus Batas: Ekspansi Ratusan Hektare Lahan Emas Nganjuk

Keseriusan DPRD Kabupaten Nganjuk dalam mendorong sektor agraris tidak main-main. Angka-angka di lapangan menunjukkan potensi luar biasa yang siap diledakkan.

Panen raya berlangsung di lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Wilangan. Sementara secara keseluruhan, luas tanaman kedelai di wilayah tersebut mencapai 400 hektare dengan estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare.

Tak berhenti di Wilangan, pengembangan kedelai di Kabupaten Nganjuk juga dilakukan di Kecamatan Rejoso seluas 1.270,9 hektare peserta di Kecamatan Bagor seluas 629,1 hektare yang saat ini masih memasuki tahap pertumbuhan tanaman.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pun mengamini daya tawar Nganjuk. TNI berkomitmen penuh untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur milik militer dan desa demi memperluas wilayah tanam secara masif dan terukur. Langkah taktis TNI ini disambut gemuruh tepuk tangan petani yang selama ini terhimpit oleh dominasi kedelai impor.

Baca Juga: Bukan Cuma Tren, Ini Alasan Kenapa Hiking Bikin Fisik dan Mental Kamu 'Naik Kelas'

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini