Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2024
NAWACITAPOST.COM - Perjalanan panjang bangsa ini sudah begitu lama, usia 79 tahun bukan usia yang pendek sebagai sebuah bangsa yang besar seperti Indonesia. Dengan berbagai permasalahan dan dinamika politik, bangsa ini tetap eksis dan bisa menjaga keutuhan teritorial hingga saat ini.
Kita semua patut bersyukur, karena kemerdekaan adalah modal utama pembangunan. Dengan kemandirian, keamanan dan ketentraman membuat pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Baca Juga: Memberangus Kemerdekaan Pers Sama dengan Membelokkan Tujuan Sebuah Bangsa
Namun tahukah anda, kemerdekaan yang sudah kita jalani ini ternyata masih menyisakan banyak masalah dan masalah. Indonesia memang merdeka, namun kemerdekaan tersebut belum bisa melahirkan kesejahteraan dan kemakmuran secara merata. Maka sebagian orang mengatakan bahwa Kemerdekaan yang kita raih masih setengah hati.
Kemerdekaan yang masih setengah hati mengandung maksud, banyak rakyat masih mengalami kemiskinan, sulit mendapatkan lapangan kerja, keadilan tajam ke bawah tumpul ke atas, distribusi ekonomi yang tidak merata, pengelolaan aset negara yang masih monopoli, perilaku elit politik yang hidonis, penguasaan sumber daya oleh asing, pertahanan negara yang lemah, dan tumbuh suburnya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di birokrasi.
Baca Juga: Musaffa Safril Calon Ketua Ansor Jawa Timur, Mengusung Tripoin SBH Untuk Ansor Jawa Timur Lebih Maju
Semua problematika di atas adalah sebuah realita, maka pengelola negara ini harus lebih jeli dalam menginventarisasi persoalan bangsa dan dengan cepat untuk segera menyelesaikannya.
Dampak nyata dari semua problematika di atas antara lain:
- Rakyat belum bisa merasakan merdeka dengan sesungguhnya.
- Negara dalam tekanan asing karena utang negara yang besar dan skema pembayarannya menjamin kesehatan APBN.
- Pengelolaan sumber daya alam oleh asing secara liar mengganggu stabilitas politik dan keamanan negara.
- Diam-diam rakyat menyimpan kemarahan karena merasa dibohongi dan melihat tontonan pelaksana negara yang menjadikan KKN sebagai gaya hidup.
- Aparat tidak dipercaya oleh rakyat dan membuat rakyat renggang dengan pelaksana negara
- Lahirnya karakter bangsa yang pragmatis dan semuanya sendiri karena melihat perilaku penyelenggara negara yang tidak memberikan tauladan yang baik.
- Keamanan dan keselamatan negara dalam bahaya jika penyelenggara negara tidak memiliki konsistensi untuk melaksanakan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan Pancasila dengan benar.
Baca Juga: Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu
Melihat dampak permasalahan di atas, maka kami perlu memberikan sumbangan pemikiran untuk menjaga eksistensi bangsa dan negara ini di masa depan antara lain sebagai berikut:
- Mengkaji kembali seluruh produk hukum yang bertentang dengan UUD 1945 sebagai sumber dari seluruh produk hukum yang sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa ini. Kita melihat dengan jelas para wakil rakyat di seluruh tingkatan sudah memainkan peraturan sesuai selera dan kebutuhan politik atau kelompoknya.
- Merubah sikap dan perilaku aparat negara agar apa yang dilakukan memiliki nilai positif yang bisa dijadikan tuntunan oleh masyarakat. Mengokohkan sikap nasionalisme dengan menumbuh kembangkan nilai-nilai berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila.
- Masyarakat Indonesia sudah kehilangan arah dalam bernegara karena ideologi Pancasila hanya sebagai pajangan yang tidak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengelola kekayaan alam dan sumber daya alam dengan profesional dan transparan. Seluruh rakyat melihat kalau sumber daya alam sudah dieksploitasi namun belum memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan rakyat.
- Regulasi pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah masih bersyarat terhadap KKN, sehingga sejumlah Undang-undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang secara jelas melegalkan KKN harus dirubah.
- Banyaknya jenis pungutan kepada rakyat baik berupa pajak, retribusi atau pendapatan lain, jelas membebani pengeluaran rakyat, Disisi lain penyelenggara negara rentan dengan perilaku KKN. Negara tampaknya berupaya menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan mengeluarkan regulasi yang sebenarnya menyesahkan rakyat karena harus membayar sejumlah kewajiban.
- Mengokohkan Geopolitik Indonesia sebagai konsep tentang kesatuan tanah dan udara atau geografi konstellatie, kesatuan kebangsaan, kenegaraan, tekad atau ideologi, dan satu kesatuan cita-cita sosial atau kesadaran sosial manusia. Menurut Soekarno ruang lingkup (variabel) geopolitik mencakup tujuh unsur penting yaitu demografi, teritorial, Sumber Daya Alam (SDA), militer, politik, koeksistensi damai, serta sains dan teknologi. Geopolitik Indonesia perlu ditingkatkan untuk mewujudkan kemanusiaan, internasionalisme, persahabatan antarbangsa, perdamaian dunia, dan keadilan bagi seluruh warga dunia. State of the art pemikiran geopolitik Soekarno disebut sebagai Progressive Geopolitik Coexistence (PGC).
- Ancaman politik global yang dipicu oleh masalah ekonomi dunia yang mengakibatkan perang harus menjadi perhatian serius kita semua. Seluruh rakyat Indonesia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terjelek dari pergulatan politik global tersebut. Maka upaya untuk menciptakan perlindungan rakyat semesta harus lebih ditingkatkan dan segera diwujudkan.
- Pemerintah harus semakin ketat dalam menjaga warga bangsa yang sudah terjangkit penyakit dampak informasi teknologi yang tidak sehat. Dampak tersebut berpotensi merusak generasi muda dan keamanan negara dan bangsa.
- Melaksanakan kembali tradisi bangsa yang lahir dari tradisi lokal daerah, yang mampu mengokohkan kebersamaan, persatuan dan ke gotong royong agar persatuan dan kesatuan tetap terjadi dengan baik.
Baca Juga: Rahasia Umur dan Kehidupan Akhirat
Kita semua cinta Indonesia, kita ingin Indonesia eksis menjadi bangsa merdeka dan mandiri, makmur dan sejahtera. Maka kita harus mengambil bagian dari upaya menyelesaikan problematika bangsa tersebut, agar negeri ini tetap jaya di masa yang akan datang.
Kita harus selalu ingat terhadap apa yang dilakukan oleh para pejuang bangsa ini, hanya karena beliau negara dan bangsa Indonesia ini ada hingga sekarang.
Baca Juga: Rakyat Dalam Politik Pemasaran
Artikel Terkait
Rakyat Dalam Marketing Politik
Rahasia Umur dan Kehidupan Akhirat
Renungan Perjuangan!! Mengapa Militansi Kader NU Rapuh???
Popularitas Pejabat Politik itu At a Given Time
Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu
Musaffa Safril Calon Ketua Ansor Jawa Timur, Mengusung Tripoin SBH Untuk Ansor Jawa Timur Lebih Maju