NAWACITAPOST.COM - Perkembangan politik modern, menawarkan berbagai gagasan inovasi marketing politik yang semakin canggih. Dulu marketing menjadi monopoli perusahaan dalam strategis menjual produk di pasaran agar omsetnya meningkat. Di era tehnologi maju marketing sudah merubah ke dunia politik.
Untuk mempromosikan sebuah produk beberapa jenis promosi yang dilakukan bisa dilakukan antara lain: advertising, personal selling, sales promotion, public relation, dan direct marketing. Demikian juga politik sebagai komuditas memerlukan teknik dan strategi pemasaran yang hampir sama dengan perusahaan.
Baca Juga: Membaca Peta Politik Nganjuk Dalam Pilkada 2024
Marketing politik memandang rakyat sebagai konsumen yang butuh penjelasan sebuah produk, kualitas produk dan prospek jangka panjang sebuah produk. Marketing politik menjaga loyalitas seorang calon dengan tolok ukur; bagaimana performen seorang calon, visi yang dibawa, kehadirannya memberi manfaat apa tidak.
Marketing politik bukan menjual penerawangan seorang calon yang tidak jelas integritasnya, tidak bisa dilakukan programnya dan tidak memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Seorang calon kepala daerah hadirnya harus memberi manfaat nyata pada rakyat dan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat yang memilihnya.
Baca Juga: Kata Siapa Jadi Bupati / Wakil Bupati Itu Sulit!!!
Rakyat pemilih sebagai market harus mendapatkan manfaat dari konsep pembangunan yang akan dilakukan, menjadikan bagian solusi dari problematika yang terjadi di masyarakat dan mampu menjadi seorang pelayan yang memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat.
Marketing politik akan selalu berhadapan dengan propaganda politik. Propaganda politik adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi dan membentuk opini publik. Jika opini publik sudah terbentuk, publik lebih mudah diatur untuk melakukan apa yang propagandis inginkan.
Baca Juga: Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024
Maka seorang kandidat dan tim sukses harus memahami propaganda politik sebagai dinamisator sebuah kompetisi. Tidak perlu emosi dan terbawa arus propaganda, karena tujuan propaganda adalah untuk merusak kekuatan dengan melakukan psywar untuk memecahkan konsentrasi berfikir kandidat dan tim suksesnya.
Sebuah catatan kecil untuk mencerahkan dan memberikan pendidikan politik bagi rakyat yang selama ini di exploitasi oleh politisi yang tidak memiliki komitmen. Kemuliaan politik ada pada pribadi politisi yang memiliki integritas dan kepedulian untuk membangun rakyat yang diwakilinya.
Semoga bermanfaat!!!
Nganjuk, 8 Juli 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Artikel Terkait
Mencari Formula Untuk Menyelamatkan NU Dalam Pilkada 2024
Cara Cerdas Menjadi Pendukung Dalam Pemilu
Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024
Kata Siapa Jadi Bupati / Wakil Bupati Itu Sulit!!!
Membaca Peta Politik Nganjuk Dalam Pilkada 2024