NAWACITAPOST.COM - Pemilihan Umum (Pemilu) yang demokratis merupakan sarana untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan untuk mencapai tujuan negara. Oleh karena itu Pemilihan Umum tidak boleh menyebabkan rusaknya sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemilu dipahami masyarakat sesuatu yang sangat sederhana dan tanpa tuntutan strategis yang jelas. Maka selesai pemilu kehidupan berjalan biasa - biasa saja. Bahkan tidak ada tuntutan apa - apa.
Padahal kalau kita tahu makna strategis pesta demokrasi, serta hasil proses politik setelahnya (memiliki seorang pejabat politik yang kita dukung), maka kita akan memiliki pikiran yang mungkin berbeda. Artinya sebagai pendukung mestinya memiliki agenda politik dan manfaat yang ingin diraih setelah calonnya menang.
Baca Juga: Mencari Formula Untuk Menyelamatkan NU Dalam Pilkada 2024
Fenomena bagaimana mengelola dan memanfaatkan calon yang sukses menduduki jabatan politik, sehingga kita menjadi pendukung yang cerdas. Maka, dalam kesempatan ini kami ingin memberikan catatan bagaimana menjadi pendukung yang cerdas dalam pesta demokrasi / pemilu, antara lain:
- Setiap kompetisi politik pasti ada yang kalah dan menang, maka sebagai pendukung kita harus menyadari. Jangan sampai perbedaan dukungan politik akan menyisakan masalah dengan orang lain yang berbeda dengan calon yang kita dukung.
- Dukung calon yang memiliki kepedulian dan perhatian, karena yang terpenting ketika kita mendukung adalah kedepan akan memberikan SUPPORT dan bantuan untuk kemajuan ekomi maupun infrastruktur.
- Bicarakan dengan jelas dan kongkrit apa yang kita dapat ketika mendukung, karena jika tidak ada komitmen awal kita hanya sebagai kayu bakar untuk kemenangan mereka.
- Dukungan politik melahirkan kekuasaan, dengan kekuasaan seseorang akan bisa melakukan apa saja yang bermanfaat dengan kekuasaannya. Maka semua harus dibicarakan di awal biar jelas komitmen yang akan dia berikan.
- Selama ini kita selalu maunya instan, padahal proses bantuan atau sejenisnya memakai prosedur. Maka kita wajib belajar agar kita bisa mengambil fasilitas yang ada.
- Jangan pernah meminta uang receh pada seorang calon, karena uang receh akan membuat harga diri pemilih rendah dan calon yang kita dukung akan lari dari tanggungjawab karena merasa sudah membeli suaranya.
- Dalam politik khususnya urusan mendukung kandidat ukuran baiknya adalah, ketika seseorang bisa berbuat dan memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat setelah mereka sukses (jadi).
- Kita harus memiliki keberanian untuk mengingatkan calon yang kita dukung, karena kalau mereka salah dan tidak sesuai aturan, kita akan malu.
- Nafsu ketika berkuasa sering Selaras dengan nafsu serakah, karena kekuasaan melahirkan fasilitas, kekuasaan dan uang. Maka pilih yang kira - kira masih memiliki hati nurani dan kepedulian agar kita tidak salah pilih.
- Belajar melepas fanatik buta dalam dukungan politik, karena resiko ketika yang kita pilih tidak memiliki keahlian dan hati nurani, resikonya rakyat yang akan jadi korban.
- Meminta program dalam arti luas, pada orang yang memiliki jabatan politik lebih berarti dari pada uang receh. Karena dari sisi dampak dan manfaat jauh lebih besar.
- Sebagai pejabat publik, seorang anggota DPRD / DPR-RI atau Bupati / Gubernur memiliki kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili sesuai dengan amanat UU.
- Rakyat (Pendukung) memiliki hak untuk mendapatkan anggaran untuk mencapai kesejahteraan hidup sebagaimana amanat UU.
- Pendukung harus cerdas dengan berperan aktif untuk melakukan komunikasi dengan pejabat terpilih agar terjalin kerja sama untuk mempercepat keberdayaan pribadi dan penyikapan problematika masyarakat.
Baca Juga: Potret Perilaku Politik Masyarakat Nganjuk Dalam Pemilu
Demikian catatan sederhana yang mencerahkan, semoga semua orang bisa memahami besarnya manfaat politik dan kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat. Untuk wakil rakyat atau pejabat publik lainnya harus sadar, bahwa amanat adalah sebuah kewajiban yang kelak nanti akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah akan menyelamatkan pejabat yang baik dan manfaati karena dia sama dengan berjuang di jalan Allah.
Nganjuk, 30 Juni 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Ikuti dan dapatkan berita terupdate khusus Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com melalui aplikasi Facebook silahkan klik disini, dan disini juga melalui aplikasi Twitter atau X silahkan klik disini pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
Membayangkan NU Nganjuk Tetap Menjadi Pemenang Dalam Pilkada Bupati 2024
Bias Perjuang Kader NU di Zaman Now
Bunda Ita Maju Cabup Nganjuk, Pertarungan Politik Semakin Seru!!
Menyelami Politik Uang Dalam Kompetisi Pilkada
Potret Perilaku Politik Masyarakat Nganjuk Dalam Pemilu
Mencari Formula Untuk Menyelamatkan NU Dalam Pilkada 2024