NAWACITAPOST.COM - Situasi politik di Nganjuk menjelang pendaftaran Pemilihan Bupati (Pilbup) semakin seru, hal tersebut terjadi karena ada indikasi Bunda Ita (Istri Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman red) akan ikut meramaikan hajat 5 tahunan tersebut. Kehadiran Bunda Ita (Ita Triwibawati red) tidak bisa pandang sebelah mata, karena realitas politik beliau sukses mendulang suara sebagai caleg Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Nasdem (Nasional Demokrat) sebesar 49.000 (empat puluh sembilan ribu) dari Nganjuk dalam pemilu 2024.
Bunda Ita sebagai istri Bupati Nganjuk 2 periode telah mendapat tempat di hati masyarakat Nganjuk. Hal tersebut tidak bisa lepas dari gebrakan Pak Taufiqurrahman selaku Bupati yang fenomenal dan peran tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang inovatif dengan program Gerakan Pengentasan Gizi Buruk (Gentasibu). Terlepas perjalanan Pak Taufiqurrahman yang terkena masalah hukum, politik memiliki kalkulasi dan dimensi pemikiran yang berbeda di masyarakat umum.
Baca Juga: Bias Perjuang Kader NU di Zaman Now
Sebagai birokrat yang pernah menduduki jabatan sebagai Sekda Bunda Ita adalah pribadi yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam birokrasi. Tampilnya Bunda Ita akan merubah peta pertarungan politik di Nganjuk. Calon yang tampil sama - sama memiliki kekuatan yang berimbang. Masing - masing memiliki basis dukungan di grasroot karena kebaikan yang pernah dilakukan.
Prediksi Pertarungan
Calon Bupati yang telah muncul sampai saat ini sudah 2 orang, yaitu Kang Marhaen (Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA, red) dan Gus Ibin (Muhammad Muhibbin Nur red). Kedua calon hampir dipastikan mendapatkan rekom, karena Kang Marhaen jika PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan Partai Demokrat memberikan rekom sudah cukup untuk syarat mendaftar, sementara Gus Ibin yang digadang - gadang oleh PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan NU (Nahdlatul Ulama) akan mendapatkan tiket dari PKB 9, Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) 6 kursi dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) 1 kursi.
Baca Juga: Membayangkan NU Nganjuk Tetap Menjadi Pemenang Dalam Pilkada Bupati 2024
Dengan kalkulasi tersebut, jika Bunda Ita maju, maka dukungan dari Partai Nasdem (Nasional Demokrat), Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat), dan Partai Golkar (Golongan Karya) bisa jadi tiket untuk mendaftar sebagai Calon Bupati. Keberadaan Bunda Ita memang sangat dihitung oleh semua calon karena bagaimanapun pendukung fanatik Pak Taufiqurrahman dan Bunda Ita saat menjadi ketua tim penggerak PKK Kabupaten Nganjuk sangat besar. Disisi lain dukungan finansial yang memadai juga menjadi perhitungan.
Namun satu hal yang harus diketahui oleh semua calon, hasil survei tentang kecenderung seseorang memilih karena bantuan langsung menjadi alasan mereka dalam menentukan pilihan.
Baca Juga: Mencermati Ritual Pilkada Antara Drama dan Realita
Analisis lainnya, secara Head to head semua calon berpotensi untuk mendulang suara dari pemilih NU, itu artinya peluang Gus Ibin semakin terdesak jika barisan NU tidak dibentengi dengan kuat. Fenomena politik vitamin dan gizi tetap akan menjadi bayang - bayang bagi semua calon. Maka persediaan amunisi yang cukup tetap harus menjadi perhatian serius.
Memahami Perilaku Pragmatis Pemilih
Menurut pendapat Ramlan Surbakti perilaku politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat, diantara lembaga-lembaga pemerintah dan diantara kelompok dan individu dalam masyarakat, dalam rangka proses pembuatan pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. Perilaku politik melahirkan sikap seseorang untuk memilih calon yang dianggap sesuai dengan hati nuraninya.
Artikel Terkait
Apa Kabar PMII Hari Ini ???
Jiwa Besar Prabowo dan Makna Strategis NU
Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Makna Strategis NU Dalam Pilihan Kepala Daerah
Mencermati Ritual Pilkada Antara Drama dan Realita
Membayangkan NU Nganjuk Tetap Menjadi Pemenang Dalam Pilkada Bupati 2024
Bias Perjuang Kader NU di Zaman Now