NAWACITAPOST.COM - Sebagian besar orang mencalonkan sebagai kandidat dalam kompetisi jabatan politik selalu merasa populer. Merasa dirinya populer itu boleh boleh saja, tetapi tahukah anda apakah populer itu???
Populer memiliki makna dikenal dan disukai orang banyak atau umum. Selain itu kata populer juga dapat diartikan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya, mudah dipahami orang banyak dan disukai serta dikagumi orang banyak.
Dalam politik, popularitas adalah tingkat keterkenalan tokoh atau partai tertentu di mata publik. Popularitas bisa juga berarti sejauh mana atau seberapa banyak publik mengetahui tokoh atau partai politik tertentu.
Bagi seorang politisi / pejabat politik popularitasnya itu At a given time, artinya popularitas seorang pejabat itu hanya satu waktu saja. Karena popularitas pejabat sangat tergantung pada isi dompet atau uang. Artinya ada uang Abang disayang tidak ada uang Abang dilupakan.
Baca Juga: Renungan Perjuangan!! Mengapa Militansi Kader NU Rapuh???
Berbeda dengan popularitas artis, popularitas artis dari hati dan sampai di hati. Popularitas artis lebih sustainable, artinya seseorang mengidolakan seorang artis karena cinta dari hati. Simpati yang berasal dari hati akan kuat daya lekatnya.
Sama halnya dengan popularitas Gus / Kiai. Seorang Gus / Kiai karena perjuangan dan pengorbanannya membangun masyarakat, popularitas yang di dapat karena masyarakat menyayangi dari hati. Mereka akan dikenang oleh masyarakat bahkan akan selalu jadi panutan.
Baca Juga: Catatan Cinta Buat ASN Dalam Pemilukada 2024
Maka seseorang yang pernah menjadi pejabat politik (mantan Bupati, mantan Anggota DPRD, Mantan Gubernur atau yang lainnya) popularitasnya akan berkurang karena isi dompetnya tidak setebal dulu ketika menjabat.
Mantan pejabat politik merasa kuat seperti Raksasa, tetapi Raksasa yang kekurangan darah (isi sakunya menipis) sehingga lemah kekuatannya. Begitulah sosiologi massa yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat, agar semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik.
Baca Juga: Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Dalam tinjauan sosiologi, popularitas adalah seberapa besar seseorang, ide, tempat, barang atau konsep lain disukai atau diberi status oleh orang lain. Kesukaan dapat disebabkan oleh rasa suka timbal balik, ketertarikan interpersonal, dan faktor-faktor serupa. Popularitas politik mengalami fluktuasi karena dipengaruhi oleh berbagai hal.
Artikel Terkait
Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??
Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Catatan Cinta Buat ASN Dalam Pemilukada 2024
Cara Cerdas Menyikapi Polemik PBNU dan PKB
Renungan Perjuangan!! Mengapa Militansi Kader NU Rapuh???
Gus Muhibbin - Aushaf, Pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati The Rising Star Dalam Pilkada Nganjuk 2024