NAWACITAPOST.COM - Sejarah panjang Nganjuk dalam dinamika politik setelah reformasi mengalami beberapa bupati yang memiliki performen dan gaya yang berbeda - beda. Semua rekam jejak saya kira masyarakat sudah tahu semua, apa kelebihan dan kekurangan masing - masing. Walau sebagian masyarakat sebenarnya jenuh dengan ritual pilih memilih termasuk pilihan bupati yang ternyata tidak merubah kehidupannya secara signifikan.
Pilkada sebagai pelaksanaaan regulasi bernegara, merupakan start awal sebuah daerah untuk mewujudkan pemimpin baru yang memberikan kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana tujuan kita berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
Namun belum semua mampu mewujudkannya, karena sampai detik ini pemikiran para bupati belum kongkrit dalam melihat problem masyarakat, visi yang dibangun masih sangat global dan tidak membumi, penerjemahan visi bupati terpilih yang di breakdow di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) hanya sebuah cerita yang mendayu dayu yang dibuat oleh perguruan tinggi dengan anggaran yang sangat besar.
Maka dalam kesempatan ini kami ingin memberikan catatan sebagai sumbangsih pemikiran pada Calon Bupati / Wakil Bupati untuk merubah maindset rencana pembangunan setelah jadi yang lebih strategis, rasional, terukur dan bisa dilaksanakan sehingga rakyat sejahtera.
Baca Juga: Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
- Datang dan Bertanyalah pada masyarakat di masing - masing Desa dan Kecamatan kebutuhan yang mendesak dan urgen itu apa, jangan hanya menulis visi yang melangit namun realitanya zonk.
- Petakan problematikan masing - masing kecamatan dimasukkan dalam prioritas yang harus dikerjakan selama 5 tahun harus tuntas.
- Selama Ini dinas tidak fokus dan serius menangani masalah riil di masyarakat, karena memang bupati tidak memiliki data kongkrit yang harus diselesaikan selama menjabat dan memerintahkan untuk menyelesaikannya.
- Program dan kegiatan dinas hanya rutinitas yang dilakukan, namun tidak menjadi solusi kongkrit dalam menyelesaikan masalah rakyat yang terjadi.
- Bupati wajib tahu titik - titik anggaran di dinas, kalau tidak mampu melakukan cari tenaga ahli. Karena selama ini program dinas cenderung liar dan tidak fokus dalam menyelesaikan masalah di masyarakat.
- Agenda pembangunan yang jadi prioritas dan membutuhkan anggaran besar perlu di catat yang besar dan dijadwalkan pelaksanaannya agar apa yang diperbuat dan sebagai tinggalan kelihatan dengan jelas.
- Ketika para pejabat selevel kabid dan kepala dinas takut resiko dan senang di zona nyaman, maka bupati harus memilih pejabat yang berani dan loyal. Performen pejabat kita takut berbuat, namun ingin keuntungan dan cenderung kerja pokok jalan, tidak mikir rakyat sejahtera apa tidak. Padahal negara memberi tunjangan besar!!!
- Bupati itu bukan tukang gunting pita, diundang dan sambutan dimana - mana (walau dapat sangu). Namun seorang yang seharusnya dengan tekun mengamati pelaksanaan APBD benar apa tidak, memacu kinerja dan memberikan Support pada dinas. Selama ini hanya menerima laporan dan kalau sudah selesai, peresmian gunting pita!!
- Bupati adalah seorang birokrat dan teknokrat, maka harus dua fungsi dijalankan dengan baik jika ingin rakyat makmur dan sejahtera.
- Saatnya memiliki bupati yang benar - benar seorang Bupati, bukan hanya bupati yang asal Bupati yang akhirnya uang rakyat habis, namun kesejahteraan rakyat tidak terwujud!!
Baca Juga: Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??
Sebuah catatan demi kebaikan dan bentuk kepedulian, yang merasa tersinggung jangan marah. Pejabat dan jabatan hanya sebutan dan bersifat kebendaan, bukan sesuatu yang hakiki. Jika jabatan tersebut hilang maka anda bukan siapa - siapa lagi!!
Semoga menginspirasi untuk merubah Nganjuk Menjadi Lebih Baik. Nganjuk Digdaya Tahun 2024
Nganjuk, 21 Juli 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Artikel Terkait
Makna Strategis Warga NU Dalam Pilkada 2024
Fenomena Politik Pencitraan Dalam Pilkada 2024
Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??
Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas