Sabtu, 18 Juli 2026

Catatan Cinta Buat ASN Dalam Pemilukada 2024

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 31 Juli 2024 | 17:12 WIB
Ilustrasi ASN netral  (Foto jawapos.com)
Ilustrasi ASN netral (Foto jawapos.com)

NAWACITAPOST.COM - Negeri ini membutuhkan aparatur yang memiliki dedikasi dan integritas yang tinggi. Aparatur Sipil Negara yang dikenal ASN, adalah pengabdi masyarakat dan bangsa.

ASN Memiliki Tugas:

  • Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
  • Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya ASN butuh suasana kerja yang kondusif, jenjang karir dihargai, reward kinerja yang dilakukan di apresiasi dan menjadi birokrat yang terlepas dari intrik politik.

HM Basori M.Si penulis Artikel (Foto Istimewa)

ASN netral dalam politik tetapi mempunyai hak politik, diam tapi pasti mereka mencintai kedamaian dan ketentraman dalam bekerja dan memberikan pelayanan pada masyarakat dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas

ASN bekerja dengan sepenuh hati, meniti karir mulai dari staf hingga sebuah harapan akan sampai pada prestise kinerja tanpa harus mengeluarkan uang dengan alasan mengejar angka kridit, mutasi dengan uang, mendapatkan jabatan dengan uang.

ASN dididik sesuai dengan keahlian yang dimiliki, bukan seenaknya dibawa kesana kesini. Negara merasa rugi jika keahlian yang dimiliki digeser tidak sesuai dengan kompetensi dan tugas pokok fungsinya, dan itu banyak.

ASN lelah jika harus memenuhi ambisi penguasa yang minta ini dan itu dengan resiko tinggi dihadapan ilahi Robi. Disamping itu menanggung sendiri jika terkena masalah hukum.

Baca Juga: Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu

Banyak ASN yang dengan tulus mengabdi tanpa harus bersuara untuk dihargai, namun banyak yang kecewa karena di intimidasi dan harus memberikan gizi. Mereka kalah dengan orang yang ikut mendukung sana sini.

Jika ASN dimintai melakukan sesuatu yang beresiko hukum, sementara dia tidak menikmati, hatinya berkata, aku bekerja untuk mengabdi bukan untuk mencarikan gizi orang yang beresiko tinggi.

Banyak ASN yang tersingkir karena tidak sejalan dengan kemauan yang memiliki kursi kekuasaan. Keahliannya tidak dihargai, keahliannya tidak berarti. Padahal negara memilih karena profesionalitas yang dimiliki.

Baca Juga: Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Rakyat Dalam Marketing Politik

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB