NAWACITAPOST.COM - Negeri ini membutuhkan aparatur yang memiliki dedikasi dan integritas yang tinggi. Aparatur Sipil Negara yang dikenal ASN, adalah pengabdi masyarakat dan bangsa.
ASN Memiliki Tugas:
- Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
- Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
- Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya ASN butuh suasana kerja yang kondusif, jenjang karir dihargai, reward kinerja yang dilakukan di apresiasi dan menjadi birokrat yang terlepas dari intrik politik.
ASN netral dalam politik tetapi mempunyai hak politik, diam tapi pasti mereka mencintai kedamaian dan ketentraman dalam bekerja dan memberikan pelayanan pada masyarakat dengan sepenuh hati.
Baca Juga: Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
ASN bekerja dengan sepenuh hati, meniti karir mulai dari staf hingga sebuah harapan akan sampai pada prestise kinerja tanpa harus mengeluarkan uang dengan alasan mengejar angka kridit, mutasi dengan uang, mendapatkan jabatan dengan uang.
ASN dididik sesuai dengan keahlian yang dimiliki, bukan seenaknya dibawa kesana kesini. Negara merasa rugi jika keahlian yang dimiliki digeser tidak sesuai dengan kompetensi dan tugas pokok fungsinya, dan itu banyak.
ASN lelah jika harus memenuhi ambisi penguasa yang minta ini dan itu dengan resiko tinggi dihadapan ilahi Robi. Disamping itu menanggung sendiri jika terkena masalah hukum.
Baca Juga: Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
Banyak ASN yang dengan tulus mengabdi tanpa harus bersuara untuk dihargai, namun banyak yang kecewa karena di intimidasi dan harus memberikan gizi. Mereka kalah dengan orang yang ikut mendukung sana sini.
Jika ASN dimintai melakukan sesuatu yang beresiko hukum, sementara dia tidak menikmati, hatinya berkata, aku bekerja untuk mengabdi bukan untuk mencarikan gizi orang yang beresiko tinggi.
Banyak ASN yang tersingkir karena tidak sejalan dengan kemauan yang memiliki kursi kekuasaan. Keahliannya tidak dihargai, keahliannya tidak berarti. Padahal negara memilih karena profesionalitas yang dimiliki.
Baca Juga: Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??
Artikel Terkait
Rakyat Dalam Marketing Politik
Prabowo Efek Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Makna Strategis Warga NU Dalam Pilkada 2024
Fenomena Politik Pencitraan Dalam Pilkada 2024
Benarkah Persiapan dan Modal Mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Mencapai Puluhan Miliar Rupiah??
Kiai Berpolitik Ada Sejak Zaman Dulu
Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
Pesan Cinta Buat Calon Bupati / Wakil Bupati Nganjuk Dalam Pilkada Nganjuk 2024