NAWACITAPOST.COM - Politik sebagai seni memainkan peran dan strategi selalu asik untuk dibicarakan. Saking asiknya untuk dibahas mulai tukang ngarit, elit politik dan tokoh masyarakat mendadak menjadi pengamat yang analisanya mengalahkan seorang guru besar ilmu politik yang sekolahnya membutuhkan waktu yang lama dan butuh biaya mahal.
Dalam Dinamika politik Nasional maupun lokal Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas yang diperhitungkan dalam setiap hajatan politik. Hal tersebut bisa dimaklumi karena peran sosial masyarakat NU dan banyaknya potensi kader NU yang konsen di bidang politik.
Baca Juga: Apa Kabar PMII Hari Ini ???
NU sebagai kekuatan sosial politik selalu menjadi incaran semua partai politik untuk memenangkan kandidatnya. Disisi lain khittoh NU menegaskan NU sebagai organisasi sosial keagamaan tidak terafiliasi dalam partai politik manapun, namun kader NU bebas memilih partai politik atau menjadi pengurus partai politik sesuai dengan hati nuraninya.
Tahun 2024 pemerintah memiliki hajat besar pemilukada, baik Gubernur maupun Bupati, membuat NU dan warganya mau tidak mau ikut meramaikan kompetisi 5 tahun tersebut. Sementara Nganjuk menjadi salah satu Kabupaten yang melaksanakan Pemilukada, Atensi warga NU Nganjuk yang juga akan melaksanakan pemilihan Bupati/Wakil Bupati sudah mulai bermunculan. Sebagai Ihtiar politik dan usaha membangun masyarakat sebenarnya ikut serta kader NU adalah hal yang wajar.
Baca Juga: Jiwa Besar Prabowo dan Makna Strategis NU
Kandidat Bupati Nganjuk Dari NU
Dalam beberapa bulan terakhir calon bupati Nganjuk sudah bermunculan termasuk potensi kader NU yang memungkinkan untuk berkompetisi. Hal itu dapat kita lihat, Kang Marhaen Djumadi yang sudah mendapatkan rekom dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah meminang Gus Ibin sebagai calon yang diproyeksikan untuk ikut serta dalam pemilukada yang akan datang.
Munculnya Muhammad Muhibbin Nur (Gus Ibin red) sebagai kandidat Cabup dari PKB yang notabene pemangku pondok besar Mojosari memberi potret bahwa NU dari darah biru akan mewarnai kompetisi 5 tahun tersebut. Potensi besar Gus Ibin dan Mojosari tidak bisa dipandang sebelah mata, karena potensi alumni Mojosari yang besar, sumber daya dan sumber dana yang dimiliki menjadi modal yang sangat strategis keberadaannya. Jika potensi alumni Mojosari dan warga NU se Kabupaten Nganjuk kompak, maka potensi Gus Ibin untuk menang juga sangat besar.
Baca Juga: Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Sementara itu Kang Marhen yang juga aktif di beberapa Banom NU baik di Wilayah maupun Pusat antara lain:
- A'wan Syuriyah PWNU 2018 sampai sekarang
- Pendiri Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Pusat, dan Dewan Pakar HPN Pusat mulai berdiri sampai sekarang
- Pengurus yayasan TV9 PEDULI sampai sekarang
- Wakil Ketua LPNU Jatim 2 periode 2008 - 2018
- Pengurus Ma'arif Jatim 2003 - 2008
- Pengurus koperasi (Wakil ketua) PWNU
- Penasehat HPN Jatim 2021 sampai sekarang
- Penasehat PERGUNU,
- Penasehat LPBI NU NGANJUK
- Penasehat LWPNU Nganjuk
Masuknya Kang Marhaen disejumlah lembaga NU tersebut menunjukkan bahwa Kang Marhaen merupakan kader NU sejati, meminjam bahasa anak muda sekarang Kang Marhaen NU-nya bukan kaleng - kaleng. Sebagai calon incumben, merakyat dan terbukti telah berbuat baik untuk kemajuan Nganjuk, namun beliau adalah aset NU juga.
Artikel Terkait
Apa Kabar PMII Hari Ini ???
Jiwa Besar Prabowo dan Makna Strategis NU
Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Makna Strategis NU Dalam Pilihan Kepala Daerah
Konstruksi Berfikir Kader Pergerakan
Mencermati Ritual Pilkada Antara Drama dan Realita