Jumat, 5 Juni 2026

Tiga Puisi Karya Dienza Agoestha Untuk Kawan yang Menyentuh dan Penuh Makna

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 26 Februari 2024 | 14:07 WIB
Dienza Agoestha ketika ditepi pantai Bedugul, Bali (foto istimewa)
Dienza Agoestha ketika ditepi pantai Bedugul, Bali (foto istimewa)


NAWACITAPOST.COM - Kawan adalah sosok penting yang ada di kala suka maupun duka.

Memiliki seorang sahabat yang selalu ada adalah salah satu berkah yang perlu disyukuri keberadaannya.

Bagi seseorang yang biasa membuat puisi, seperti Dienza Agoestha akan menerbitkan puisi yang ditunjukan atau dipersembangkah untuk kawan.

Puisi sendiri adalah karya sastra yang memiliki kata-kata indah sebagai pembangun imajinasi.

Baca Juga: Mau Ungkapkan Rasa Pada Kawan dan Teman, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 9 Februari

Yuk simak tiga puisi yang melambangkan kesetiakawanan berikut ini:

Puisi Untuk Kawan Senja l

Kukirimkan isi kitab ini,
Dalam amplop yang tertutup rapat,
Dari jauh,
Karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih padamu,
Dari sekadar kata-kata,
Untuk kita saling mengingatkan.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini, Kawan.
Apalagi kata-kata caci-maki dan penghinaan,
Menjadi barang dagangan yang dijajakan begitu murah meriah di setiap tikungan jalan,
Dan kata-kata ternyata, tidak mengubah apa-apa.
Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia.
Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya?
Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli;
Apakah ada orang lain yang mendengarnya ?
Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri.
Betul-betul sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna.
Kata-kata sudah luber,
Dan tidak dibutuhkan lagi.

Setiap kata bisa diganti arti,
Setiap arti bisa diubah makna.
Itulah dunia kita, Kawan.

Baca Juga: Ingin Hidup Lebih Bermanfaat, Jangan Lupa Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 6 Februari

Ach, kau dan aku adalah kawan senja.
Masihkah perlu mematikan cahaya orang lain hanya untuk membuat diri kita bercahaya, Kawan?
Pribadi yang baik, adalah bercahaya di mana pun engkau berada.
Ach..., tapi cahaya itu sudah tidak lagi kita butuhkan, bukan?!
Karena senjamu, senjaku sebentar lagi kan berganti malam.
Biarkan pagi menemukan jalannya sendiri menuju siang,
Karena matahari lebih tahu; kapan waktu mengeluarkan panas mengelupaskan kulit kepala,
Dan kapan ia harus menuju senja, seperti kita.

Ach, sekali lagi Kawan,
Aku kirimkan isi kitab ini,
Dalam amplop yang tertutup rapat,
Dari jauh,
Karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih padamu,
Dari sekadar kata-kata,
Untuk kita saling mengingatkan; bahwa
Aku dan kamu sudah berada di penghujung senja, tinggal menunggu malam.

Salam, Kawan.

Nganjuk, 23 Februari 2024
Dienza Agoestha


Puisi Untuk Kawan Senja II

Hidup layaknya mimpi, Kawan.
Kita hidup selagi melihat matahari,
Dan kita memimpikan hidup sendiri,
Sampai jiwa dan jasad kita bercerai.

Baca Juga: Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: DIENZA AGOESTHA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB