NAWACITAPOST.COM — Awan mendung konflik yang sempat menyelimuti Kecamatan Adonara Timur kini perlahan tersingkap. Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi menggebrak langkah nyata melalui Rekonsiliasi Tahap II, sebuah upaya dramatis dan krusial untuk menyudahi pertikaian panjang antara Desa Lewonara dan Dusun Bele, Desa Waiburak.
Di tengah desakan kebutuhan keamanan dan pemulihan sosial, pemerintah menegaskan satu pesan kunci: Lewotana (tanah leluhur) tidak boleh lagi terluka.
Langkah Berani Menjemput Kedamaian
Rekonsiliasi ini bukan sekadar pertemuan formalitas. Di dalamnya, hadir para pengambil kebijakan tertinggi di daerah, termasuk Ignasius Boli Uran Wakil Bupati Flores Timur, dan Albertus Ola Sinuor Ketua DPRD Flores Timur. Mereka duduk bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, hingga tokoh agama, membangun jembatan dialog di tengah retaknya hubungan antar-warga.
Strategi pemerintah kali ini terbilang taktis. Mereka memisahkan delegasi dari kedua wilayah untuk membangun ruang dialog yang lebih kondusif dan jujur. Tujuannya satu: memastikan akar konflik dicabut hingga ke akarnya.
Fokus Utama Pemerintah:
-
Pemulihan Psikologis: Menghapus rasa cemas dan takut agar aktivitas ekonomi serta pendidikan warga kembali normal.
-
Transisi Keamanan: Menjadi pijakan awal untuk penarikan personel Brimob yang selama ini berjaga, menandakan situasi yang berangsur stabil.
-
Komitmen Permanen: Menuntut penghentian segala bentuk pertikaian, bukan sekadar jeda sementara.
"Lewotana Tidak Boleh Terluka"
Suasana di lokasi pertemuan mencerminkan keseriusan yang mendalam. Para pemimpin daerah tidak hanya bicara soal aturan, melainkan soal harga diri dan warisan leluhur.
"Perjalanan perdamaian ini bukan selesai di sini. Kami harus memastikan bahwa seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal. Tidak ada lagi rasa cemas, tidak ada tekanan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari," kata Ignasius Boli Uran.
Hal senada juga disampaikan, Albertus Ola Sinuor Ketua DPRD Flores Timur, yang mengingatkan bahwa daerah ini memiliki tantangan besar di depan mata, termasuk penanganan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Ia menegaskan bahwa konflik hanya akan menguras energi yang seharusnya digunakan untuk membangun daerah.
Baca Juga: Alarm Reformasi Berbunyi: RUU Polri di Titik Nadir Demokrasi!
"Mari kita pastikan konflik ini berhenti sehingga pemerintah dan seluruh pihak dapat fokus menyelesaikan berbagai persoalan yang ada," tegasnya.
Satu Langkah Menuju Normalitas
Progres rekonsiliasi ini terus bergerak dinamis. Penandatanganan berita acara kesepakatan menjadi simbol janji setia pada perdamaian.
-
Dusun Bele: Penandatanganan kesepakatan telah dilakukan secara resmi di Kantor Camat Adonara Timur, disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan aparat keamanan.
Tags
Terkini
Status UHC Kapuas Hulu Copot! Kepesertaan BPJS Minim, Pasien Masih Beli Obat
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIBArogansi Pejabat Pemko Sibolga Dikecam, Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Demonstrasi Panas
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:09 WIBBungkam Ratusan Miliar Bantuan Banjir, Ketua DPRD Padangsidimpuan Didesak Warga Diseret KPK
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:18 WIBGeger Kasus Pencabulan Siswa SD di Tanjungbalai, Suami Oknum Guru Ditetapkan Tersangka!
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:32 WIBWartawan Nawacita Diduga Dijadikan Bola Pingpong DPRD Padangsidimpuan!
Jumat, 24 Juli 2026 | 13:23 WIBNama Gus Miftah Terseret Pusaran Kasus Korupsi DJKA, Sang Pendakwah Angkat Bicara dengan Menohok!
Senin, 20 Juli 2026 | 10:33 WIBMega Proyek Laptop Gaib: Komisi IV DPRD Pesawaran Disorot Tajam, Taji Pengawasan Dinilai Tumpul!
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:57 WIBTerisolasi di Perbukitan, Guru di Parigi Moutong Nekat Racik "MBG Mandiri" Demi Senyum Anak Didiknya
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:57 WIBAkankah Ancha Menyusul? Misteri Laptop Libera Senilai Rp5 Miliar yang Siap Menyeret Kadis Pendidikan Pesawaran
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIBGebrakan Dari Nias: DPD HIMNI Sumut Kawal Langkah Berani Gubernur Berkantor di Pulau Impian!
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIBPublik Tantang Bea Cukai Batam Serbu Gurita Rokok Ilegal dan Pelabuhan Jalur Tikus!
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18 WIBKopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18 WIBMediasi Buntu, Oknum Kades ABH Resmi Diseret ke Ranah Hukum atas Dugaan Penipuan Ratusan Juta!
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIBRicuh di Aula Kantor Camat Sibolga Utara! Wartawan Diusir Saat Liputan, Warga dan Anggota DPRD Kompak Tinggalkan Ruangan
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIBMisteri Pelat Merah Siluman di Bekasi: Aset Pemkab Diduga Bocor, Pejabat BPKD Malah Angkat Tangan!
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:47 WIBKucing-Kucingan di Pusaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Sibolga Akhirnya "Buka Suara" Setelah Sempat Bungkam!
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:23 WIBBerhenti Saling Tunggu! Akademisi Sumba Sentil Pemerintah: Urus Masyarakat Adat Butuh 'Orkestra', Bukan Tumpukan Aturan Baru
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:22 WIBDari Layar HP ke Jantung Hati: Kisah Vida, Perjuangan Lumpuh Sejak Remaja yang Mengguncang TikTok Lampung Selatan!
Minggu, 5 Juli 2026 | 21:41 WIBBau Menyengat dan Serbuan Lalat: Jeritan Warga Kedondong di Tengah Bayang-Bayang Tanda Tangan Sang Kades
Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB