news

Mantan Kepsek SMAN 1 Angkola Selatan Diduga Jadi Predator Seksual, Dinas Pendidikan Ikut Disorot!

Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sebuah bom waktu di dunia pendidikan Tapanuli Selatan, akhirnya meledak. Kedok terhormat oknum berinisial MTH, mantan Kepala SMA Negeri 1 Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kini dikupas tuntas. Ia diduga kuat bukan sekadar oknum moral bejat biasa, melainkan seorang predator seksual terorganisir yang menjadikan jabatan, nilai, dan kelulusan sebagai senjata untuk memangsa masa depan para siswinya.

Namun, drama kelam ini tidak berhenti di satu nama. Riak kemarahan publik kian membara seiring munculnya dugaan konspirasi tingkat tinggi: Dinas Pendidikan dituding sengaja menjadi perisai pelindung pelaku.

Modus Sang Predator: Sistematis, Dingin, dan Terencana

Berdasarkan investigasi dari berbagai sumber dan kesaksian yang mulai bocor, MTH diduga kuat mengoperasikan sebuah sistem eksploitasi yang sangat rapi. Ini bukan kejahatan spontan, melainkan perburuan yang terstruktur:

Baca Juga: Masa Depan Ekonomi Desa Tersandera Pena Kades, Pemilik Lahan Ambil Langkah Berani!

  • Membidik yang Lemah: Pelaku diduga sengaja mengincar siswi yang pendiam, berasal dari keluarga kurang mampu, atau anak rantau. Mereka dipilih karena dinilai rentan, tidak memiliki proteksi kuat, dan mudah diintimidasi.

  • Transaksi Nilai dan Masa Depan: Kekuasaan mutlak atas nilai akademik dan kelulusan dijadikan instrumen pemerasan. "Kamu mau lulus atau mau masa depan hancur? Ikuti kemauan Bapak," demikian dugaan doktrin intimidasi yang dilontarkan pelaku kepada korbannya.

  • Isolasi di Ruang Tertutup: Ruang kerja kepala sekolah yang terkunci rapat diduga menjadi saksi bisu terjadinya tindakan pencabulan dan kekerasan seksual, jauh dari endusan guru-guru lain.

  • Pola Berulang yang Dihapus: Ini diduga bukan kasus pertama. Di sekolah-sekolah tempat MTH bertugas sebelumnya, pola serupa disinyalir kuat telah terjadi, namun jejaknya selalu berhasil dihapus dan dibungkam.

Birokrasi atau Makelar Kejahatan? Tudingan Miring ke Dinas Pendidikan

Bagian paling krusial yang memicu gelombang kemarahan adalah peran Dinas Pendidikan. Mengapa seorang terduga predator bisa melenggang bebas dari satu sekolah ke sekolah lain?

Baca Juga: Kesaksian Korban Banjir Padangsidimpuan: Dipaksa Beli Meterai Rp10 Ribu, Uang Bantuan Rp5 Juta Raib Diduga Ditilep Oknum

"Dia merasa aman karena tahu ada 'pelindung' di atas yang akan menyelamatkannya. Dinas Pendidikan diduga bukan pembina, tapi makelar kejahatan yang memindahkan predator ke tempat baru demi menutupi aib instansi!" ujar Aktivis Pendidikan berinisial AH, pada Sabtu (6/6/2026).

Aktivis ini menduga keras ada jaringan birokrasi yang saling mengunci mulut. Alih-alih memecat dan menyerahkan MTH ke aparat hukum saat isu miring merebak di sekolah terdahulu, mutasi jabatan justru diduga kuat menjadi "hadiah keselamatan" dan memberi pelaku "izin berburu baru" di SMA Negeri 1 Angkola Selatan.

Jerat Hukum: Pelanggaran Berlapis di Depan Mata

Berdasarkan analisis modus operandi, jika dugaan-dugaan ini terbukti di pengadilan, pelaku serta oknum pejabat yang melindunginya dapat dijerat pasal-pasal berlapis yang sangat fatal:

  • UU Perlindungan Anak: Pencabulan, eksploitasi, dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur secara berulang. (Hukuman penjara maksimal ditambah pemberatan sepertiga masa hukuman).
  • KUHP dan UU TPKS: Penyalahgunaan wewenang dan relasi kuasa untuk memaksa tindakan asusila. (Pidana penjara berat dan denda materiil).
  • UU Tindak Pidana Korupsi / Sanksi ASN: Penyalahgunaan jabatan publik untuk kejahatan pribadi dan pembiaran sistematis. (Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan sanksi pidana birokrasi).

Baca Juga: Di Balik Senyum WTP Ke-6 Padangsidimpuan, Ratusan Miliar 'Uang Gaib' Diduga Mengalir ke Kantong Oknum

Tuntutan Radikal: "Tangkap Hari Ini, Bongkar Konspirasi!"

Mengingat skala kasus yang diduga melibatkan jaringan pejabat, para aktivis dan pengawas pendidikan melayangkan tuntutan keras langsung kepada Kapolres Tapanuli Selatan:

Halaman:

Tags

Terkini