Baca Juga: Jalan Utama Bagai Kubangan, Pembangunan Diduga Kuat Pilih Kasih dan Tebang Pilih!
Paradoks Dua Realita: Kertas vs Kenyataan
| Di Atas Kertas (Versi WTP) | Di Dalam Kenyataan (Versi Rakyat)
|
| Keuangan sehat, tertib, dan akuntabel | Rp170 Miliar dana bencana raib, rumah tak dibangun
|
| Anggaran pendidikan tersalurkan 100% | Rp51,4 Miliar menguap, sekolah rusak, hak siswa dirampas
|
| Sisa anggaran (SILPA) tercatat rapi | Rp21,7 Miliar hilang tanpa bekas
|
| Tidak ada kerugian negara | Infrastruktur dibangun asal jadi, dana dipotong di tengah jalan
|
Empat Tuntutan Rakyat: Bongkar Sandiwara WTP!
Masyarakat Sumatra Utara, orang tua siswa, dan para korban bencana kini bersatu menyuarakan tuntutan keras untuk meruntuhkan tembok kebohongan ini:
-
Cabut Predikat WTP Sekarang Juga! BPK RI Pusat harus membatalkan opini WTP Tahun 2025 dan melakukan audit investigatif ulang langsung ke lapangan—bukan sekadar mencocokkan kertas di dalam ruangan ber-AC.
-
Sita Dokumen Asli oleh Aparat Hukum! Kejaksaan dan Kepolisian harus segera bergerak menyita dokumen asli di dinas-dinas untuk membandingkannya dengan berkas "versi bersih" yang diserahkan ke BPK. Selisih data adalah bukti pidana.
-
Periksa Oknum Auditor BPK! Jangan hanya memeriksa Pemko. Selidiki proses pemeriksaannya. Jika ada kelalaian berat atau kongkalikong, oknum pemeriksa harus diseret ke ranah hukum.