news

Melawan Balik! Indra Segalo Galo Patahkan Tudingan Hoaks, Sebut Ada Oknum "Gerah" Kepentingan Tersenggol

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB

NAWACITAPOST.COM — Genderang perang terhadap pembungkaman kemerdekaan pers ditabuh keras di Bumi Ruwa Jurai. Indra Segalo Galo Ketua Umum Integrity Media Forum (IMF), angkat bicara dan membantah keras narasi miring yang mencoba menyudutkan lembaganya. Dengan nada tegas, ia pasang badan dan menyatakan bahwa seluruh produk informasi yang dilempar IMF ke publik adalah fakta murni hasil investigasi, bukan fiksi, apalagi hoaks!

Belakangan ini, IMF memang gencar menyuarakan berbagai borok publik—mulai dari karut-marut pemerintahan, isu sosial, hingga dugaan pelanggaran hukum. Namun, gerilya jurnalistik ini tampaknya membuat gerah pihak-pihak tertentu hingga memunculkan serangan balik berupa tudingan berita bohong.

"Kami tidak pernah berniat menyebarkan berita bohong! Apa yang kami sampaikan berdasarkan fakta, hasil investigasi, dan keterangan narasumber. Kalau ada pihak yang keberatan, silakan gunakan hak jawab, bukan langsung menuduh hoaks," cetus Indra dengan nada tinggi, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Batam Dalam Kepungan Asap Ilegal: Harga Murah Meriah, Kas Negara Terindikasi Bocor Miliaran!

Sentuh Zona Nyaman, Media Kerap Dikambinghitamkan

Bukan rahasia lagi, tudingan "hoaks" kerap kali menjadi senjata pamungkas paling murah untuk membunuh karakter wartawan ketika sebuah pemberitaan mulai menyenggol zona nyaman atau kepentingan elit tertentu. Indra mengingatkan bahwa kerja-kerja IMF dilindungi penuh oleh undang-undang sebagai pilar kontrol sosial.

Fakta vs Asumsi: Publik Sudah Cerdas!

Menutup pernyatannya, Indra mengendus adanya upaya adu domba di lingkaran kuli tinta demi menutupi kesalahan oknum tertentu. Namun, ia optimis masyarakat hari ini tidak bisa lagi dibohongi oleh opini murahan.

  • Mekanisme Hukum: Jika ada kekeliruan, gunakan jalur resmi (Klarifikasi & Hak Jawab sesuai UU Pers).

  • Stop Intimidasi: Berhenti melakukan serangan psikologis maupun fisik terhadap wartawan.

  • Logika Kunci: "Fakta bicara menggunakan fakta, beda dengan asumsi seseorang untuk pembelaan yang tak berimbang," pungkas Indra.(AMRULLOH)

Tags

Terkini