news

Usai Didatangi Wartawan, Kepala SMPN 1 Purwoasri Langsung Panggil Honorer: Klarifikasi atau Tekanan?

Minggu, 15 Februari 2026 | 08:29 WIB
Tampak depan SMP Negeri 1 Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Sakera Nawacita)

Namun ketika dicecar mengenai fakta bahwa nominal yang dibayarkan tenaga honorer sama, yakni Rp300.000, Puguh mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Kalau itu urusannya saya tidak tahu. Biasanya kalau belum gajian itu pinjam,” katanya lagi.

Baca Juga: Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Salah Satu Desa di Purwoasri Kediri Gelar Lomba-lomba

Ia bahkan menyebut praktik pinjam-meminjam saat dana BOS belum cair sebagai hal yang lumrah terjadi di banyak sekolah.
“Di semua sekolah memang pinjam kalau dana BOS belum cair,” tegasnya.

Sementara terkait pengakuan honorer yang menyebut dirinya sempat menanyakan siapa pembocor informasi, Puguh kembali membantah dan menegaskan pertemuan hanya sebatas klarifikasi. Namun saat pertanyaan itu diajukan berulang kali untuk penegasan, ia justru menutup sambungan telepon secara tiba-tiba.

Ketika dihubungi kembali, ia berdalih sedang dalam perjalanan dan berjanji akan merespons kemudian. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tidak lagi memberikan jawaban.

Kasus ini memunculkan sejumlah tanda tanya publik, terutama terkait keseragaman nominal setoran tenaga honorer, mekanisme pinjaman yang tidak jelas, serta alasan pemanggilan mendadak setelah adanya konfirmasi media. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan dugaan adanya praktik yang tidak transparan dalam pengelolaan kesejahteraan tenaga honorer di lingkungan sekolah.

 

 

 

Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu

Halaman:

Tags

Terkini