Rohman berharap ada penjelasan langsung dari pimpinan KSP Dwipenna Sumber Artha, dikarenakan ketika dikonfirmasi oleh Bank terkait tidak bisa menjawab.
Baca Juga: Laksanakan Kegiatan Hari Krida, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Menggelar Agriexpo 2025
"Dari kemarin itu kita-kita kesini, namun kantor sini sering tutup, kalau memang urusannya dikantor jangan sampai pimpinan KSP datang kerumah (tidak perlu, dikantor ya dikantor), soalnya biasanya setelah seperti ini didatangi dirumah," ungkap Rohman.
Dengan adanya informasi yang diterima dirinya dari Bank yang berlokasi di Surabaya, akhirnya Rohman mendatangi kantor Bank tersebut alias datang ke Surabaya.
"Berdasarkan pimpinan KSP katanya Bank tersebut ada yang berlokasi di Kediri dan Surabaya, kenyataannya di Kediri tidak ada dan adanya hanya di Surabaya. Jadi saya ingin penjelasan dari dua data ini," papar Rohman.
Rohman menegaskan jika pimpinan KSP Dwipenna Sumber Artha mendatangi rumahnya tidak akan diterima dikarenakan urusan kantor harusnya diselesaikan di kantor bukan dirumah.
Baca Juga: Tindak Lanjuti PKS Antara Kejati dengan Kodam V, Kejari dan Kodim 0810 Nganjuk Gelar Apel Bersama
Antara Rohman dan Dewa berharap ada kepastian waktu kapan mereka dihubungi untuk datang ke kantor KSP Dwipenna Sumber Artha dan bisa bertemu dengan pimpinannya, dikarenakan selalu alasan ke luar kota.
"Tolong kasih kepastian waktu kapan, karena saya juga membagi waktu. Karena kita ini butuh penjelasan, jangan terus alasan selalu keluar kota," tegas mereka berdua.
Rohman kembali menjelaskan bahwa, masih banyak nasabah lain yang bingung dan resah, dikarenakan tidak mendapatkan penjelasan dari kantor KSP Dwipenna Sumber Artha. Sementara rata-rata dari mereka juga memiliki dua data yang berbeda.
"Data yang saya terima dari sini (KSP Dwipenna Sumber Artha red) pinjaman yang diajukan tertulis senilai Rp54.870.797 (lima puluh empat juta delapan ratus tujuh puluh ribu tujuh ratus sembilan puluh tujuh), sementara pinjaman yang disetujui tertulis senilai Rp30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) dengan tenor 45 bulan," papar Rohman sambil menunjukkan data.
Baca Juga: Beri Ruang Aspirasi Paguyuban Jaranan, DPRD Kabupaten Nganjuk Lakukan Hearing
Disisi lain Rohman juga memiliki data berbeda yang dikeluarkan oleh Bank yakni tertulis senilai Rp252.000.000 (dua ratus lima puluh dua juta rupiah) dengan tenor pinjaman 60 bulan.
"Hari Senin kemarin saya juga datang kesini tapi kantor ini tutup, setiap hari saya juga lewat sini karena untuk menuju tempat kerja dari rumah harus lewat sini, sehingga saya tahu kalau kantor ini tutup atau buka," imbuhnya.
Sementara salah satu staf yang sempat menyambut kedatangan wartawan Nawacitapost.com yang melaksanakan tugas peliputan mengungkapkan bahwa dirinya menolak.