NAWACITAPOST.COM - Setelah beredarnya berita rumah kos yang diduga menjadi lahan prostitusi, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Nganjuk yakni Maxda Rini, S.H., M.H., buka suara.
Pada berita sebelumnya yang berjudul "Diduga Jadi Lahan Prostitusi, Rumah Kos Digerebek Warga Sekitar" rumah kos tersebut digerebek warga RT RW 02/02 sebanyak tiga kali.
Kasi Trantib Kelurahan Banaran Maxda Rini ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sudah terjadi penggerebekan di rumah kos dimaksud sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Diduga Jadi Lahan Prostitusi, Rumah Kos Digerebek Warga Sekitar
"Untuk penggerebekan yang pertama di kos-kosan tersebut, jujur saya nggak ikut, yang menemukan bukti dua pasang ini, saya juga tidak melihat yang dua pasang ini ya, cuma saya ditembusi warga RT/RW 02/02," kata Maxda Rini pada Senin (1/1/2024) via telepon WhatsApp.
Maxda Rini menjelaskan bahwa, menurut keterangan warga bahwa sudah diamankan oleh babinkamtibmas, dan katanya dibawa ke Polsek, akhirnya saya (Maxda Rini red) telusuri, saya ikuti.
"Saya pikir dibawa ke Polsek kebetulan, ternyata enggak dibawa ke sana, karena ketika saya tiba di Polsek, tidak melihat yang dua pasang ini, itu yang pertama cuma saya dilaporin Ketua RT maupun Ketua RW bahwa ada penggerebekan dan dua pasang diamankan," imbuh Maxda Rini kepada wartawan Nawacitapost.com.
Baca Juga: Pemuda Jombang Jual Dua Gadis di Bawah Umur Melalui Prostitusi Online
Lanjut Kasi Trantib berkata, akhirnya warga RT/RW 02/02 sepakat untuk mediasi dan hasil dari mediasi yang pertama itu hasilnya membuat surat pernyataan bahwa perbuatan itu tidak akan diulang lagi.
"Kalau sampai diulang lagi ya nanti ada saksinya lagi sama warga sekitarnya, begitu ada surat pernyataan itu semua ada mulai dari pemilik, pengelola dan Ketua RT/RW dan warga itu," ujar Maxda Rini.
Maxda Rini menjelaskan, yang kedua jarak berapa hari lagi lah dua minggu atau tiga minggu gitu, saya enggak hafal tanggalnya, saya kembali ditembusi lagi melalui telepon dari Ketua RW dan Ketua RT.
Baca Juga: Operasi Pekat di Bulan Suci, Polres Gresik Ungkap Prostitusi Berkedok Warkop
"Ternyata terjadi lagi penggerebekan yang kedapatan empat pasang lagi di kos-kosan tersebut, akhirnya ya tak mintai data yang empat pasang itu, dan tetap sama alamat identitas tidak sama, dan kembali seperti kronologi awal lagi mediasi lagi namun pemilik dan pengelola tidak mengindahkan alias tidak datang di tempat TKP di tempat kos-kosan tersebut, akhirnya kita sama Babinsa dan saya izin juga Pak Lurah bahwa, yang empat pasang yang bukan pasutri itu ya sepakat diambil oleh orang tuanya masing-masing," papar Maxda Rini.
Maxda Rini mengungkapkan, untuk yang ketiga kalinya Itu terjadi lagi penggerebekan dan kembali tertangkap dua pasang pria dan wanita yang bukan suami istri.