Lasirin berharap, yang penting ini jangan diangkat dulu, kami akan berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan solusi terkait limbah ini," paparnya.
Disinggung terkait bau menyengat yang masih dirasa warga terdampak, Lasirin menjelaskan, sudah ada pertemuan dua kali mas, baik ditingkat Desa dan Forpimcam Lengkong, hingga tingkat Kabupaten, yakni Dinas Lingkungan Hidup.
"Kami coba cari solusi, kalau pabriknya di demo hingga tutup, terus bagaimana nasib warga saya, yang masih kerja dan membutuhkan nafkah untuk keluarganya," tegas Lasirin.
Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk Subani ketika dihubungi melalui seluler mengatakan bahwa, saat ini untuk limbah dalam uji lab di Mojokerto.
"Kami sampai saat ini masih menunggu hasil daripada uji lab, yang hasilnya nanti sekitar dua minggu," pungkas Subani singkat.
Hingga berita ini tayang pihak PT Trijaya Lestari Food Bintang Lima ketika dihubungi melalui nomor telepon HRD dengan nomor +6281358383xxx belum memberikan keterangan.(Skr/Sin)