Jombang, NAWACITAPOST.COM - Kerajinan pembuatan tampah berbahan bambu, masih terus eksis di Kabupaten Jombang. Salah satunya tempat usaha itu ada di Dusun Tempuran, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur.
Tampah merupakan anyaman bambu, salah satu perabotan rumah tangga. Berbentuk bulat lingkaran biasanya digunakan ibu-ibu rumah tangga.
Kerajinan tampah berbahan bambu itu, sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan sejak zaman nenek moyang kita.
Seperti yang dilakukan Kaspin (41) warga Dusun Tempuran, Desa Kedungjati. Sejak puluhan tahun ia dan keluarganya menekuni usaha pembuatan tampah.
Untuk membuat tampah, Kaspin menceritakan, awalnya bambu dipotong sesuai ukuran. Selanjutnya bambu itu dibuat melingkar dan dijemur di sinar matahari sampai kering.
"Selanjutnya bambu dipotong tipis sesuai ukuran, dan dianyam. Setelah itu baru disatukan dengan bambu yang dibuat melingkar tadi," ujarnya, kepada jurnalis Nawacitapost.com, pada Senin (23/1/2023).
Langkah selanjutnya dilakukan pengepresan dan dipotong secara rapi. Setelah itu dihaluskan dan dijemur untuk dikeringkan.
"Kalau cuaca baik, tampah bisa selesai sampai 3 hari dan bisa selesai satu kodi dalam sekali produksi. Kalau cuaca hujan bisa mundur, karena mengandalkan sinar matahari penjemuran nya," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk satu bambu sepanjang 5 meter, bisa dibuat sekitar 10 biji tampah, dan setiap satu tampah dibandrol dengan harga Rp 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah).
Ia mengaku jika hasil pembuatan tampah ini biasanya dijual warga secara keliling, namun ada juga tengkulak yang setiap hari datang membeli.
"Untuk omzet dari penjualan tampah, perbulannya mendapatkan sekitar Rp 2.000.000,- (Dua juta rupiah) dan itupun masih kotor keuntungannya, karena bahan bambunya juga harus beli," tuturnya.
Ia berharap usaha yang diwariskan keluarga secara turun temurun ini masih bisa terus berjalan, meski zaman sekarang semakin maju dan modern.
"Semoga kedepannya usaha kerajinan tampah semakin di minati dan selalu diberikan kelancaran kerajinan tampah ini," pungkasnya.(*)