Minggu, 19 Juli 2026

Dualisme Kepemimpinan PB PGRI Berakhir di PTUN Jakarta, Ini Pemenangnya

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 21:53 WIB
Logo PB PGRI (Istimewa)
Logo PB PGRI (Istimewa)

"Mulai dari doa honorer, stakeholder terkait, para tim hukum dan pihak-pihak lain yang tidak saya bisa sebut namanya," kata Teguh Sumarno.

Teguh Sumarno berharap, dengan berakhirnya sengketa di PTUN ini, semua kembali lagi rukun untuk membesarkan PGRI.

Baca Juga: PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi Enggan Beri Komentar

"Dukung mendukung sudah dihapus semua sekarang kita tetap dalam satu wadah PGRI bersama-sama," pungkasnya.

Unifah Rosyidi (Foto istimewa)

Sementara Unifah Rosyidi ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya terkait berita yang beredar mengatakan dirinya masih di Amerika.

"Halo, selamat pagi. saya masih di Amerika, itu biasa digoreng, itu adalah kemenangan banding di AHU kami yang kadaluarsa," ucap Unifah Rosyidi, pada Jum'at (11/10/2024), malam.

Baca Juga: PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Ketum PB PGRI Sampaikan Rasa Prihatin

Unifah Rosyidi menjelaskan bahwa saat ini dirinya mengantongi AHU tanggal 8 Maret 2024.

"Saat ini AHU kami adalah tanggal 8 Maret, yang dia gugat adalah AHU tanggal 18 dan 20 November 2023, jadi nggak ada berarti apa-apa," paparnya.

Lebih lanjut Unifah Rosyidi mengatakan, dikarenakan dirinya saat ini sedang berada di luar negeri, belum dapat memberikan penjelasan lebih lengkap.

"Izin saya sedang di luar dan nanti kami akan melakukan penjelasan yang lebih lengkap, terima kasih," pungkasnya.

 

 

 

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini