Jakarta, Nawacitapost.com – Menuju Wilayah Bebas Bersih Melayani (WBBM) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Wahyu Eka Putra mengajajak seluruh jajaranya untuk selalu mengimpletasikan Zona Intergritas (ZI) pada setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas dan menjadi role model, ajakan itu disampaikan melalui wawancara singkat di Kanimsus, Seni 20/06
Lanjut Wahyu Eka Putra menyampaikan bahwa sebelumnya program unggulan yang pernah ada di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat yakni Paspor Simpatik (Layanan Prioritas). Layanan ini diperuntukan dihari libur dan kepada masyarakat yang mengalami kendala dalam pengurusan paspor seperti Lanjut Usia (Lansia), Ibu Hamil dan Balita.
Iapun menjelaskan bahwa layanan Paspor Simpatik ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kebebutuhan khusus yang ingin didatangi dan dilayani oleh petugas imigrasi secara langsung ketempat pemohon,”Kalau ada pemohon yang ingin dilayani secara khusus silakan dihubungi kami dan kami berikan layanan prioritas tersebut ,”Jelas Wahyu
Bukan hanya itu saja, layanan unggulan lain yang sudah dijalankan di Kanimsus ini juga ada Express Passport Service (Layanan Paspor Sehari Jadi) yang mana layanan ini juga diperuntukan kepada masyarakat yang berkeinginan mengurus paspor secara cepat dan melakukan kewajiban berdasarkan landasan aturan Peraturan Pemerintah (PP) No.28 Tahun 2019 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB) yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM dan masih ada lagi.
-
“Selain di Kantor Jakarta Barat ini, juga telah membukan Unit Layanan Parpor (ULP) bertempat di Lippo Mall Puri dan Daan Mogot, tiga lokasi layanan paspor diwilayah Jakarta Barat ini sangat mudah dijangkau oleh masyarakat karena tempatnya strategis dan akses transportasi cukup dekat dengan pemohon,”Tambah Wahyu
Ia menjelas bahwa keluhan masyarakat yang beberapa bulan ini sedikit mengalami kepadatan kendaraan pada akses jalan sekitaran jalan masuk Kantor Imigrasi Jakarta Barat pemohon mengeluh akibat perbaikan jalan masih belum selesai,” tentu keluhan pasti ada, kita berikan pemahaman mengenai itu, apapun keluhannya kita jadikan koreksi dan evaluasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, karena tanpa adanya input dari masyarakat tidak mungkin kita bisa membenahi diri kita,” Tandas Wahyu.
Wahyu juga mengakatan harapan menjadikan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI ini berkelas dunia harus didukung oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik serta sarana dan prasana pendukung dalam memacu kita mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang serba digital saat ini. Ia juga mengatakan supaya semua itu berjalan dengan baik perlu kita menjalin hubungan kerjasama terhadap pihak eksternal atau stake Holder terkait seperti Pemerintah Kota (Pemkot), Aparat TNI, Polri, Timpora serta pihak penegak hukum lain untuk bersinergi dalam menjalankan tugas-tugas khususnya dalam pelayanan dan juga penanganan warga asing.
Menuju salah satu Imigrasi berkelas dunia tentu tidaklah mudah perlu Kanimsus persiapkan SDM dari sekarang terutama dibidang Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Keimigrasian (Bidang Tikkim). Mochamad Akbar Adhinugroho selaku Kepada Bidang Tikkim menambahkan bahwa Imigrasi Jakarta Barat telah menyiapkan layanan khusus dalam menyampaikan kritik dan masukan bagi masyarakat atau pemohon melalui lewat website, media sosial ataupun secara langsung di Kanimsus Jakarta barat. Kritik dan saran tersebut dijadikan sebagai pemacu untuk melakukan perubahan dan menerapkan inovasi terbaik untuk masyarakat kedepannya.
Wahyu juga menambah situasi Kantor Imigrasi yang berada di Kota Tua ini merupakan Cagar Budaya yang harus dijaga, dan dipelihara sebaik-baiknya supaya kearifan lokal tidak berubah asliannya “Tentu kita ada alokasi dana untuk pemeliharaan gedung bangunan cagar budaya ini sehingga tampilan luar maupun dalam masih terawat dengan baik,” Ujar Wahyu