Surabaya NAWACITAPOST - Mulai hari ini, 10 Januari 2022, Dinas Pendidikan (Dispendik) kota Surabaya membuka pembelajaran tatap muka (PTM) secara total untuk 3.607 lembaga pendidikan yang terdiri dari 2.648 PAUD-TK, 634 SD Negri/swasta, serta 325 SMP Negri/swasta.
Menurut Kepala Dispendik yang baru, Yusuf Masruh, hingga sepekan kedepan, PTM per kelas dibagi 2 shift yaitu masing-masing 50 persen dihari yang sama.
Dijumpai NAWACITAPOST.COM usai tinjauannya di SDN Baratajaya kecamatan Gubeng, wakil ketua komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati menyampaikan bahwa Surat Edaran (SE) Dispendik mendesign per kelas hanya diperbolehkan melakukan proses belajar mengajar maksimal 2 jam dan 50 persen dari rombel (rombongan belajar) dalam satu kelas dari kelas 1 hingga 6.
" Karena ruangan terbatas dan harus prokes Sehingga ada 2 shift kelas yaitu shift pagi dan siang sekaligus meminimalisir kerumunan antar jemput, Karena surabaya adalah level 1 sesuai SKB 4 Menteri terbaru, " Ungkapnya dilokasi, Senin 10 Januari 2022.
Ajeng juga menyatakan bahwa di SDN Baratajaya terdapat 841 murid yang akan mengikuti PTM.
Untuk hal itu, politisi perempuan partai Gerindra ini mengaku ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh Dispendik dan pihak sekolah saat pelaksanaan PTM.
Yang pertama, Ajeng mendorong Dispendik segera mengisi SDM guru yang kosong di sekolah-sekolah, sehingga tidak ada jam kosong di setiap hari efektif PTM terbatas.
Melihat rombel setiap kelas berbeda yaitu ada yang 28, 38,40, maka ia menyarankan agar kapasitas ruang sesuai prokes hanya bisa diisi 20 murid plus guru.
Dengan keterbatasan jumlah kelas yang tidak memungkinkan anak masuk setiap hari, maka harus bergantian dengan setengah jumlah murid. Diharapkan ada 3 kali PTM terbatas dalam seminggu.
" Design ini sangat memerlukan dukungan orang tua agar terlaksana PTM sesuai arahan pemerintah pusat. Termasuk dalam hal sosialisasi PHBS dirumah, gizi seimbang dan pemenuhan antar jemput sekolah, " Paparnya.
Ajeng juga meminta agar ada penambahan menit dari jam pelajaran.
" Jika sebelumnya dalam SE adalah 25 menit sehingga 2 jam perhari maka dengan pertimbangan mengikuti keterbatasan kelas maka baiknya dimaksimalkan 35 menit menjadi 3,5 jam perhari, " Ungkapnya.