BACA JUGA : 870 Peserta Ikuti SKD CASN Kemenkumham Hari Pertama
Kakanim menerangkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menangangi pandemi ini salah satunya yakni mengurangi kerumunan. Menanggapi kebijakan itu Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Yogyakarta langsung ambil langkah dalam membatasi jumlah pemohon izin paspor, izin tinggal imigrasi dan segala aktifitas yang melibatkan masyarakata luas.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI D.I Yogyakarta, ANDRY INDRADY, AMD.IM, MPA, PH.D.
Kakanim mengungkapkan langkah itu kita laksanakan dengan tujuan membatu pemerintah dalam menangangi pandemi covid 19 yang melanda saat ini. Tetapi agar pelayanan selalu berjalan dengan baik maka Kanim Yogyakarta menggunakan konsep jemput bola yang disebut denngan Eazy Pasport, artinya bagi masyarakat yang ingin memohon izin paspor tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi cukup hanya mengajukan permohonan melalui aplikasi Eazy Passport dan petugas datang langsung menuju kelokasi pemohon “Orang-orang tidak perlu rame-rame datang ke kantor cukup permohonan saja langsung kita kesana” Ungkap Andry Indrayady.
Tidak hanya itu Kanim DIY juga menerapkan pelayanan lain yang disebut layanan paspor simpatik yang mana layanan tersebut kita laksanakan di hari libur sabtu dan minggu guna menjangkau pemohon izin paspor khususnya mahasiswa yang ada di Kampus.
BACA JUGA : Latih Fokus Ketangkasan, Kakanwil Latihan Menembak Bersama Rutan Yogya
Mengenai Inovasi berbasis teknologi informasi, Andry Indrayady mengatakan bawah saat ini Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sudah memiliki aplikasi Si Mas Karyo (Aplikasi Monitoring Mahasiswa Asing) yang kegunaanya untuk membantu pengawasan mahasiswa asing dan dosen asing “inovasi ini baru pertama kali di Indonesia dan telah bekerjasama dengan banyak pihak Kampus, Tim Pengawasan Orang Asing (Tim pora) dan Imigrasi”. Dengan aplikasi tersebut maka ketiga komponen bisa mengawasi keberadaan mahasiswa yang ada di Yogyakarta, Ungkap Kakanim.
-
Ditambahkannya, kedepan Kakanim berencana membuat inovasi dalam bentuk aplikasi, bagaimana pengawasan investasi asing, seniman asing dan orang-orang asing dengan tujuan tertentu dalam bentuk segmentasi atau kelompok masyarakat. Terkait rencana tersebut, Kakanim mengatakan dalam mewujudkannya tentu tidak lepas dari kerjasama atara stakeholder eksternal dengan Imigrasi Yogyakarta yang sudah terjalin seperti Tim pora, Polda, BIN, Kejaksaan, Perguruan Tinggi, dan Gubernur, kita akan melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak yang terkait.
Berbicara sikap tetegasan, Kakanim DIY memiliki cara unik dalam meneruskan setiap kebijakan terhadap bahawannya dengan cara leading by example artinya memimpin dengan memberi contoh "kenapa harus begitu, era sekarang ini semua kritis, kalau kita bicara lalu berbeda dengan yang kita dikatakan maka itu menjadi bumerang buat kita, prinsipnya apa yang saya katakan didepan terhadap jajaran kebawah, maka itu yang saya lakukan, Tegas Andry Indrayady
Yang lebih menarik adalah cara penilaian pegawai teladan yang loyal dalam bekerja yakni dengan cara voting cairo. Dijelaskan bahwa di Kanim DIY penilaian terhadap pegawai dilakukan 360° artinnya ada empat sisi yang bisa menilai kinerja para pegawai. Ditempat lain mungkin berbeda karena penilaian tehadap pegawai langsung unsur pimpinan, disini tidak demikian, Imbuh Andry Indrayady.
BACA JUGA : Duka Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Yasonna Laoly: Harus Ada Strategi Agar Musibah Tidak Terulang
Setelah sudah muncul voting cairo barulah pimpinan melakukan validasi laporan tersebut supaya tidak ada kekeliruan karena jangan sampai nama yang terpilih justru memiliki catatan kepegawaian ”semua punya hak menilai dan hak dinilai”,Imbuh Kakanim.
Tentang progress, Kakanim menyampaikan “ Kedepan Kanim DIY ingin menjadikan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta ini salah satu Imigrasi yang berkelas dunia dengan cara mempersiapkan pegawai yang kompenten, etika, supertim dan sebagainya, itu semua kita persiapkan,” tandasnya.
Juga prestasi yang di torehnya, Kakanim menjelaskan bahwa pertama kali ditahun 2020 Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta telah menerima predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPANRB), menjadi Kelas I Kategori Terbaik Pengelolaan Anggaran dari MENPANRB, mendapatkan penghagaan dari KEMENKUMHAM terkait pelayanan berbasis HAM, juga mendapat penghargaan dari perguruan tinggi UGM sebagai partner kolaborasi imigrasi dan yang terkahir meraih prestasi dalam menyelesaikan PIM Dua dengan nilai Rangking I, “Hanya ini prestasi yang saya bisa berikan untuk Kantor Imigrasi Yogyakarta mudah mudahan kedepan menjadi yang terbaik lagi", Jelasnya.
-
-
Pandangannya terhadap kepemimpinan Menteri Hukum dan Ham saat ini, Kakanim mengatakan “ pak Yasonna H. Laoly adalah sosok yang luar biasa, banyak bergaul, dan beliau adalah sosok bapak, ketika anaknya salah maka beliau berikan teguran sebagai seorang bapak juga beliau adalah salah satu menteri yang memiliki banyak prestasi ", Terangnya.
Pesanya terhadap nawacita, Kakanim berpesan semoga kedepan media nawacita menjadi jembatan penyambung lidah pimpinan pusat terhadap UPT didaerah dan menyajikan informasi yang akurat dan up to date kepada masyarakat luas.