Selasa, 21 Juli 2026

Maskuning Kulon, Mitos dan Senyum Unang Rahardjo

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 20:57 WIB
Bondowoso NAWACITAPOST - Beberapa pekan ini, Unang Rahardjo, SH,MH yang akrab di panggil Mas Unang di sibukkan dengan rutinitas sosial selayaknya warga biasa pasca berakhirnya masa jabatan sebagai Kepala Desa Maskuning Kulon.

Dari informasi yang diterima Nawacitapost.com, untuk mengisi kekosongan Kepala Desa Maskuning Kulon, segera akan dilakukan kembali dilakukan pemilihan yang kemungkinannya akan digelar pada bulan September 2021 nanti.

Ditemui awak media terkait hasratnya mencalonkan sebagai Kepala Desa kembali, dengan senyum ramah sebagaimana ciri khas pemimpin muda ini, Mas Unang sapaannya, menjawab dengan santun dan lugas, Sabtu, 14 Agustus 2021.

Ditanya berkaitan beredarnya isu mitos bahwa di Maskuning Kulon tidak bisa seseorang menjabat dua periode, bagi Unang isu tersebut adalah hal yang lumrah di hembuskan oleh orang-orang yang sengaja berusaha membodohi masyarakat dengan hal-hal yang tidak dapat di pertanggung jawabkan.

"Ada dua hal mendasar yang bisa saya sampaikan, yang pertama adalah di zaman dahulu di masa kepemimpinan senior-senior sebelum saya, masa jabatannya sangat panjang, tentunya secara otomatis memiliki kesempatan yang luas untuk berbuat banyak," ungkap Unang masih dengan senyumnya.

Ia pun mengajak masyarakat membandingkan hal ini dengan masa kepemimpinan saat ini. "Wajar jika masyarakat menilai pemimpin di masa dulu lebih banyak berbuat dari masa sekrang, bahkan jika di sadari masa kepemimpinan dahulu bisa sampai 10 tahun lebih, hal ini setara dua periode dengan masa kepemimpinan sekarang," terangnya sembari menghisap rokok ditangannya.

Andaikan hal ini terpaparkan ke masyarakat, Unang meyakini dua periode kepemimpinan bukan hal yang mustahil dan masyarakat tidak lagi di bodohi oleh mitos semacam itu.

Unang juga menyampaikan bahwa dia sangat memahami dalam kontestasi politik masa kepemimpinan sebelumnya akan penuh dengan evaluasi bahkan kritik, dan sekali lagi hal ini wajar dan sangat penting. Tentunya masyarakat harus juga memberi kepercayaan dan memahami bahwa setiap program yang kemarin dicanangkan masih butuh waktu untuk diselesaikan.

"Tidak bisa serta merta saya mampu menyelesaikan hanya dengan satu periode. Bahwa saya telah membangun dan ternyata belum merata sepenuhnya maka sewajarnya diberikan amanah untuk meneruskan pembangunan yang belum selesai," ucapnya.

"Bahwa saya sudah berupaya membagikan bantuan sosial dan ternyata masih dianggap belum merata maka bukan sebuah kesalahan jika amanah kepada saya untuk menyelesaikan dan membuat bantuan betul betul merata kepada rakyat," tambahnya.

Dalam hal ini, Unang mengaku sangat paham bahwa kepuasan publik tidak mudah terpenuhi namun dia meyakini bahwa selama kepimimpinannya kemarin banyak hal yang sudah terselesaikan. Ini bisa dibuktikan oleh minimnya tingkat keluhan masyarakat akan pelayanan pemerintahan desa saat Kepemimpinannya.

"Sekali lagi saya yakin bahwa dukungan dari masyarakat akan mampu memotivasi saya untuk meneruskan semua program-program pembangunan desa termasuk upaya-upaya kesejahteraan rakyat maskuning kulon diperiode kedua nanti," harapnya.

Kepada awak media, Mas Unang menyakini bahwa masyarakat Maskuning Kulon tidak lagi bisa di giring dengan pencitraan kebaikan-kebikan masa lalu, saat ini mereka lebih dewasa berfikir tentang realita lapangan.

"Hal tersebut justru menguatkan keyakinan saya bahwa masyarakat masih akan bersama saya membangun desa maskuning kulon ke arah yang lebih cerah, lebih baik dan lebih sejahtera," tegasnya.(dd)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini