Terkait hal itu, Sri Mulyani mengatakan pada Senin (19/10). Ada beberapa pertimbangan yang digunakannya hingga akhirnya menolak usulan itu. Pertama, ia ingin insentif pajak bagi industri tidak diberikan pada satu sektor saja. Ia ingin insentif bisa diberikan secara luas dan merata.
Baca Juga : Buruh dan Mahasiswa Gelar Demo, Jokowi Tetap Bekerja di Istana Bogor
Lanjut Sri, Saat ini tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen seperti yang disampaikan oleh industri dan Kementerian Perindustrian. Kedua, ia mengklaim pemerintah sudah memberikan beberapa insentif yang juga cocok bagi industri mobil. Akan terus coba untuk memberikan dukungan-dukungan kepada sektor industri keseluruhan melalui insentif-insentif yang kami sudah berikan. Alasan ketiga, kalau diberikan insentif pajak mobil baru 0 persen bisa memberi dampak negatif kepada perekonomian di sektor lain. "Setiap insentif yang diberikan kami akan evaluasi lengkap sehingga kami tidak akan berikan insentif yang di satu sisi bisa memberikan dampak negatif ke kegiatan ekonomi lain,"tutur Sri.