Surabaya NAWACITAPOST - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi dibuka pada, Senin (07/092020). Acara yang digelar megah di Gedung Graha Unesa Lidah Wetan ini, dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan sesuai instruksi Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi dalam buku panduan pelaksanaan PKKMB Tahun 2020.
Hadir dalam kegiatan PKKMB, Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Mohammad Mahfud MD, Menteri Koordinator Kemaritiman dan investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, Kepala BNPT, Irjen Boy Rafli Amar, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, serta Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol M. Fadil Imran.
Dalam sambutannya, Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin menyampaikan rasa nasionalisme dan bela negara sudah sepantasnya dimiliki mahasiswa/i. Mengingat, mahasiswa/i merupakan agen perubahan yang harus konsisten menyuarakan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, patriotisme, dan toleransi.
“Masa depan negara ini seluruhnya berada di pundak kalian. Tumbuh dan berkembanglah menjadi intelektual yang memahami ilmu pengetahuan, tapi juga menjunjung tinggi moralitas dan menghargai kehidupan sosial,” pesan Maruf Amin di sela-sela sambutannya.
“Dunia tidak akan menjadi baik hanya karena banyaknya orang cerdas, tapi dunia akan menjadi baik karena moralitas dan kohesi sosial yang baik. Tentunya semua itu tidak akan tewujud jika kita sebagai generasi muda tidak mampu menjadi pelopor perubahan bagi generasi selanjutnya,” lanjutnya.
Rektor Unesa, Prof Dr. Nurhasan, M.Kes., menyambut mahasiswa baru yang sudah resmi menjadi aggota keluarga besar Unesa. “Selamat datang di kampus para juara. Kita punya tagline “Unesa Satu Langkah di Depan,” seru pria yang akrab disapa Cak Hasan.
Momentum PKKMB, kata Cak Hasan, bisa memotivasi mahasiswa/i baru untuk lebih maju, penuh inovasi, dan selalu adaptif terhadap dinamika perubahan yang kian cepat. Sebab, siapa yang tidak bisa mengikuti perubahan, maka dia akan tertinggal. Sedangkan siapa yang bisa cepat mengikuti perubahan, maka dialah yang akan jadi pemenang. “Maka dari itu, saya menginginkan mahasiswa Unesa adalah pemenangnya,” tegasnya.
Ketua PKKMB Unesa Dr. Bambang Sigit Widodo menyampaikan, konsep yang diusung dalam PKKMB bertema Menjadikan Mahasiswa yang Tangguh, Berkarakter, Kreatif, Inovatif, Kolaboratif, dan Adaptif untuk Unesa Satu Langkah di Depan adalah Indonesia Menyapa.
Hal tersebut, lanjut Bambang, diwujudkan dengan hadirnya para pejabat negara, pejabat pemerintahan, tokoh publik, alumni, dan tokoh penting lainnya mulai tingkat pusat hingga pejabat daerah. “Ke depan, tentu tidak hanya Indonesia Menyapa, tapi Dunia Menyapa Unesa,” ujar Bambang.
Kegiatan PKKMB berlangsung hingga 11 September 2020. Selain melalui hybrid (pada saat pembukaan dan pengukuhan mahasiswa baru), Unesa juga melaksanakan PKKMB melalui metode daring.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unesa, Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd menambahkan, secara keseluruhan jumlah mahasiswa yang diterima di Unesa sekitar 4.890 mahasiswa. Rinciannya, 4.643 mahasiswa jenjang S1, 247 mahasiswa jenjang D4, 112 mahasiswa Program Magister, dan 43 mahasiswa Program Doktoral.
“Jumlah ini nantinya akan terus bertambah. Kegiatan hari ini juga diikuti oleh mahasiswa asing yang masuk pada tahun akademik 2020/2021,” kata Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd., saat membacakan Keputusan Rektor tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021.
Tanggapan Apik dari Mahasiswa Baru Unesa
Dalam pelaksanaannya, Unesa memilih empat perwakilan dari masing-masing fakultas yang bisa merepresentasikan karakteristik mahasiswa di Indonesia dengan kriteria berdasarkan gender, agama, dan lain sebagainya.
Ada 32 perwakilan mahasiswa baru yang ikut serta dalam pengukuhan hari ini. Satu dari 32 peserta merupakan mahasiswa disabilitas dan 2 diantaranya merupakan mahasiswa Pascasarjana.