Jumat, 5 Juni 2026

Penuhi Undangan BPD Tembarak Kertosono untuk Lanjutan Diskusi, Warga Kembali Tuai Ketidakpuasan

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 1 April 2024 | 10:23 WIB
Warga Desa Tembarak ketika diskusi Rembuk warga pada Minggu (31/3/2024) malam  (foto Sakera/Nawacita)
Warga Desa Tembarak ketika diskusi Rembuk warga pada Minggu (31/3/2024) malam (foto Sakera/Nawacita)

"Dari poin semuanya warga kurang puas, kalau tidak salah ada 4 (empat) poin, yang pertama adalah pelelangan bengkok carik mulai tahun 2019, 2020, 2021, 2022," kata Purwanto.

Begitu pula Hendra Ketua BPD ketika diwawancarai membenarkan bahwa kegiatan tersebut adalah hajatnya BPD Tembarak.

Baca Juga: Camat Kertosono Nganjuk Panggil Kades dan BPD Tembarak, Ini Tiga Poin yang Disampaikan

Ketua BPD Tembarak Kertosono Hendra ketika diwawancarai awak media (foto Sakera/Nawacita)

"Terkait ketidakpuasan warga kami tetap akan melakukan upaya sesuai topoksi saja, untuk diskusi hari ini ada 3 (tiga) poin yang dibahas," kata Ketua BPD.

Hendra menambahkan, 3 (tiga) poin tersebut mulai dari jalan, listrik, dan kendaraan roda tiga atau tossa yang belum menemukan titik temu.

Baca Juga: Belum Selesai Agenda Pertemuan Warga dan Muspika, Aliran Listrik PJU Gang XIV Tembarak Diputus PLN

"Ya nanti kami akan diskusi lagi sesegera mungkin, mohon maaf karena waktunya sudah malam, dan untuk hari ini kami memang tidak mengundang Pak Camat, hari ini fokus rembuk warga, mohon maaf semuanya ya," imbuh Hendra.

Abdul Rohman Soleh mantan Ketua BPD Tembarak ketika diwawancarai para awak media (foto Sakera/Nawacita)

Sementara Abdul Rohman Soleh mantan Ketua BPD Tembarak ketika diwawancarai mengatakan, kalau kita melihat secara visual warga tetap merasa kurang puas tetapi kita kembalikan kepada mekanisme.

Baca Juga: Polemik Desa Tembarak Kertosono Terus Bergulir, Sekitar 11 Banner Terpasang di Jalan Imam Bonjol

"Tadi kan mungkin warga juga tidak apa ya, terkait dengan kuasa juga kurang memahami mekanisme atau bagaimana, atau tidak menerima mekanisme, yang jelas kalau menurut saya visualnya warga itu kurang puas, dengan diplomasi yang tadi kita jembatani," kata Abdul Rohman Soleh yang akrab dipanggil Soleh.

Soleh menambahkan, yang jelas untuk poin yang urgensi adalah tentang keterbukaan, terkait angka-angka tadi yang disampaikan oleh Kepala Desa itu kan masih menjadi sebuah ganjalan.

Baca Juga: Entah Siapa yang Harus Bertanggungjawab, Kini Banner Kembali Terpasang di Stadion Tembarak Kertosono

"Contoh di bengkok sekdes, nilai riil di lapangan dengan nilai kesesuaian harga dengan yang disampaikan itu kan jauh juga, otomatis karena sifatnya pengakuan, ya bagaimana warga kan juga tidak bisa berbuat banyak," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini