BACA JUGA: Kader Banteng Mulai Marah, Penghujat PDIP Ketakutan
Foto : Irma dan Rocky
Sambil menunjuk - nunjuk, menyebut Rocky adalah sosok yang dungu. Lantang menyinggung soal kedunguan kepada Rocky Gerung. Awalnya, Irma membahas soal sikap politik yang akan diambil oleh Partai Nasdem. Bahasan berkenaan dengan jatah menteri yang hendak dibagikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi jelang pelantikannya 20 Oktober mendatang. Irma mengaku bahwa Partai Nasdem tidak masalah jika Jokowi tidak memberikan kursi menteri. Partai Nasdem tidak akan menjadi partai oposisi karena hanya karena tidak mendapatkan jatah kursi menteri. Tidak akan mengemis pula. Kemudian menyinggung sosok Rocky yang menjadi figur oposisi. Mendengar penuturan Irma, Rocky pun menanggapinya. Diakui Rocky, tidak pernah meminta Nasdem untuk beroposisi. Partai yang Rocky minta untuk beroposisi sejatinya adalah Gerindra. Penuturan yang diucap Rocky lantas kembali ditimpali Irma. Irma tampak heran dengan ketidaktahuan Rocky. Terlebih tentang partai Gerindra yang kini dianggapi tak konsisten. Sebab menurut Irma, Rocky dulu adalah pendukung Gerindra.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Mendengar tanggapan Irma, Rocky pun membantahnya mentah - mentah. Rocky mengaku tidak pernah mendukung Gerindra. Terus dipertanyakan Irma untuk dukungannya. Rocky menjawab dukung diri sendiri. Rocky pun menjelaskan soal sikap oposisi yang diambilnya. Rocky dan Prabowo Subianto sejatinya punya tujuan yang berbeda ketika beroposisi. Dari awal posisi, tidak pada keduanya karena tidak cukup buat demokrasi. Beroposisi pada Jokowi, dengan dasar membatalkan kedunguan. Prabowo beroposisi dengan maksud memperoleh kekuasaan. Lain motifnya. Rocky tidak mendukung Gerindra. Sedari awal tidak ingin dua – duanya. Mendengar penuturan Rocky, Irma pun tampak geram. Irma bahkan menyerang Rocky dan membandingkan kepribadian lawan bicaranya dengan orang lain. Seperti lebih pintar dari Jokowi. Kemudian dikata lebih dungu dari orang yang paling dungu di Indonesia. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: PKS Tidak Berazas Pancasila, Hendak Jadikan Negara Khilafah?