Kronologis terjadinya pembunuhan tersebut berawal dari uang 1 juta rupiah.Duda H cekik janda NP karena kesal dimintai uang.
Janda 47 tahun tersebut dicekik oleh duda H pakai sarung salat. Mayat perempuan tersebut ditemukan berlumuran darah dan sudah berbau busuk didalam kontrakan di Jalan Kemuning 2, RT 02 RW 04, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.
Kapolsek Bantargebang, Kompol Ali Joni menjelaskan motif pembunuhan, karena sakit hati. Aksi pembunuhan itu dilakukan pelaku, Jumat (27/3/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.
"Korban datang marah-marah kepada pelaku, meminta uang Rp 1 juta," ujar Ali saat dihubungi awak media, Selasa (7/4/2020).
“Janda NP marah-marah hingga mendorong kepala sang duda. Namun, pelaku (H) tidak memiliki uang yang diminta NP, sehingga korban (NP) marah dan menendang pelaku secara bertubi-tubi,”katanya.
Kesal dengan perlakuan korban, tersangka akhirnya gelap mata dan mengambil sebuah kain sarung.
Kemudian pelaku menjerat sarung tersebut ke leher korban hingga lemas dan mengeluarkan darah dari telinga korban. Melihat hal itu, pelaku mengecek korban sudah tidak bernafas.
Sebelumnya, Mayat janda itu ditemukan oleh seorang warga yang curiga mencium bau busuk seperti bangkai binatang di dekat kontrakan tersebut.
Kemudian tetangga sang janda melaporkan kepada pemilik kontrakan untuk dilakukan pengecekan. Setelah pintu didobrak, terlihat korban tergeletak berlumuran darah.
Ali mejelaskan janda NP adalah korban pembunuhan. “Dia dibunuh oleh pacarnya sendiri, H yang berusia lebih muda yaitu 34 tahun,”terang Ali.