Kamis, 4 Juni 2026

PBB Surabaya Ingatkan Walikota Segera Lakukan LOCKDOWN

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Sabtu, 28 Maret 2020 | 17:11 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Penyebaran COVID-19 memang cukup mempengaruhi sendi-sendi pemerintahan khususnya terkait masalah kesehatan, sosial dan ekonomi Nasional.


Menindak lanjuti apa yang disarankan oleh ketua umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Prof. Yusril Ihza Mahendra, Partai Bulan Bintang meminta kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan lockdown atau karantina wilayah guna menekan penyebaran COVID-19.


"Mencegah lebih baik daripada mengobati itu lah pronsip dari LOCKDOWN,“ ujar Yusril.


Senada dengan itu ketua DPC PBB kota surabaya Samsurin dalam rilisnya (Sabtu, 28/03/20) berharap surabaya menerapkan kebijakan lockdown dalam upaya menekan penyebaran COVID-19. Dan dirinya tidak sependapat dengan Risma Walikota Surabaya yang mengatakan bahwa dengan Lockdown dapat memperpuruk ekonomi kita.


Selain itu, Risma mengatakan lagi lockdown lebih parah daripada corona, ujar Samsurin.


"Pernyataan seperti itu tidak pantas dikatakan oleh seorang pemimpim disaat kondisi kita dalam keadaan bencana, iku kedunyan jenenge. Tidak sadar kalau di uji oleh Allah SWT," menurut cak surin panggilan akrabnya .


Katanya, keadaan saat ini sudah susah. Masyarakat kecil tidak tenang dalam bekerja. Warkop-warkop di obrak dibubarkan, sementara mall mall di surabaya tetap di buka dan malah di fasilitasi bilik strelilisasi oleh pemkot surabaya. Apakah ini yang dinamakan keadilan ?


Lebih prihatin lagi orang menabung untuk melangsungkan hajat perkawinan dibubarkan paksa tanpa memikirkan ganti rugi sosialnya atau biaya yang sudah kadung mereka keluarkan.


"Berarti kan dampak covid-19 ini lebih parah dari apa yang dibayangkan sama risma," ucap Surin.


Surin menceritakan bahwa seminggu yang lalu dirinya mengkampayekan lewat poster di beberapa media online dengan tag “ prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati itu adalah LOCKDOWN “, dan sudah meminta walikota surabaya untuk melakukan lockdown guna menekan penyebaran dan menghentikan ganasnya virus ini secepat mungkin.


"Stop pencitraan yang dilakukan risma, karena yang dilakukan selama ini tidak berdampak signifikan. ODP, PDP dan yang positif terjangkit covid-19 malah bertambah, kita berharap ada kabar membaik dari kesembuhan orang orang yang di nyatakan positif covid-19," tegasnya.


Surin mengaku tidak sedang beropini melainkan hanya mengawasi kebijakan yang dilakukan selama ini yang terlalu mengedepankan popularitas sebagai emak e wong suroboyo.


" Beri kami kabar baik, jangan buang anggaran percuma tunjukkan tiap hari mereka yang positif covid sudah sembuh, itu yang masyarakat harapkan," Cakap Surin.


Bukan malah menunjukkan aksi pesawat drone menyemprot disinfektan, atau malah membuat bilik bilik sterilisasi, lanjutnya.


Surin menyarankan apabila Pemkot ingin warganya tetap dirumah, ya cukupi kebutuhan logistiknya.

Halaman:

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini