Dengan kemajuan teknologi saat ini maka matinya pasar tradisional salah satunya dikarenakan adanya sistem belanja secara online yang menawarkan kemudahan cara berbelanja dan juga dengan harga yang lebih murah. Kemajuan teknologi bagai dua mata sisi, dimana satu sisi bisa memberikan kemudahan, namun disisi lainnya berdampak matinya sistem jual beli langsung yang terjadi di pasar-pasar tradisional.
Maka dari itu untuk saat ini kota Surabaya membutuhkan pemimpin yang mempunyai kreatifitas dan inovasi yang bisa mengikuti perkembangan zaman. Diharapkan pemimpin kota Surabaya dapat menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kebutuhan dasar masyarakat kota Surabaya. Dimana kemajuan teknologi dapat memberikan asas manfaat positif dan meminimalisir dampak negatif.
Salah satu cara yang bisa dilaksanakan adalah pembangunan pasar tradisional modern. Pasar tradisional modern memang telah ada di kota Surabaya, namun jumlahnya masih sangat kurang. Dan belum merata di setiap kecamatan. Dewasa ini masyarakat juga telah mengikuti gaya hidup sehat, dan tentunya juga mengharapkan dapat berbelanja di pasar-pasar yang bersih dan terjamin kehigienisannya.
Keunggulan pasar tradisional adalah kualitas barang dagangan yang rata-rata masih segar, seperti sayur mayur dan lauk pauk. Dengan sistem penyimpanan yang lebih baik, maka kualitas yang telah ada saat ini dapat ditingkatkan. Dalam pasar tradisional modern diharapkan juga terdapat pengolahan limbah pasar yang lebih baik, dimana limbah-limbah organik dan anorganik bisa dipisahkan. Limbah-limbah organik dan anorganik dapat dimanfaatkan kembali dengan bank sampah yang tentunya terintegrasi dengan PLTSa yang sedang dibangun pemerintah kota Surabaya saat ini. Dengan ini maka kesan kumuh yang selama ini melekat pada pasar-pasar tradisional akan menghilang.
Dari sisi teknologi penjual dapat berinovasi dengan sistem pembayaran online, sehingga pembeli tidak lagi risau keamanannya dengan membawa uang berlebihan ke dalam pasar. Kemudahan transportasi dan akses jalan yang tidak macet bisa juga menjadi salah satu aspek pertimbangan pembeli untuk kembali berbelanja di pasar-pasar tradisional. Tidak adanya pedagang yang tumpah ke jalan raya juga lokasi parkir yang luas dan terjamin keamanannya dapat merubah citra pasar tradisional menjadi pasar yang nyaman untuk aktivitas belanja masyarakat Surabaya.
Dengan pendapatan minimum umr untuk buruh di kota Surabaya dengan nominal 3,8jt untuk kapasitas rumah tangga dengan 2 anak maka tidak bisa dikatakan cukup. Karenanya pasar-pasar tradisional diharapkan dapat terus bertahan sebagai salah satu sentral ekonomi masyarakat, dimana modal sosial, harga murah dan terjangkau menjadi salah satu keunggulannya. (*)