Jakarta, NAWACITA - Penggunaan boiler pada industri manufaktur memegang peranan penting dalam penyempurnaan proses produksi. Untuk itu, pemerintah mendukung pameran boiler atau ketel uap berskala internasional, Expo Boiler 2019 yang untuk pertama kalinya digelar di Tanah Air di Jakarta International Expo, pada 11-13 Juli 2019.
"Pameran ini diharapkan menjadi platform pasar yang mempertemukan suplier dan pengguna boiler serta membawa solusi untuk mendukung upaya pemerintah mendorong pertumbuhan industri boiler dan manufaktur di Indonesia," kata Direktur Industri Permesinan dan Alat Pertanian. Kementerian Perindustrian (Kemperin) Zakiyudin di sela pameran d Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Zakiyudin mengatakan, boiler dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi kalor ke suatu proses.
Dikutip Beritasatu, sektor industri yang membutuhkan energi panas memanfaatkan boiler di antaranya industri makanan dan minuman, kelapa sawit, farmasi, karet, gula, kimia dan petrokimia, kertas dan pulp, pelayanan kesehatan hingga sektor pariwisata. ""Peran boiler yang penting ini mendorong terciptanya kebutuhan akan pasokan komponen dan aksesoris, dukungan teknis, hingga produk boiler lengkap," kata Zakiyudin.
Direktur PT Media Artha Sentosa, perusahaan penyelenggara Expo Boiler 2019, Teddy Halim mengatakan, industri manufaktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dan boiler merupakan elemen penting bagi proses industri. Selama ini, masih sedikit industri dalam negeri yang dapat memenuhi kebutuhan boiler secara menyeluruh dan mengandalkan impor.
"Expo Boiler 2019 diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri boiler lokal, sehingga ke depan produk-produk boiler buatan lokal semakin berkembang dan dapat bersaing secara global," kata Teddy Halim, .
Expo Boiler 2019 merupakan pameran niaga yang khusus menampilkan boiler industri beserta komponen, aksesoris, layanan teknis. Selain itu, memberikan edukasi, sertifikasi dan pertukaran informasi melalui bimbingan teknis dan seminar.
Teddy Halim mengatakan, pameran ini ditargetkan dihadiri 8.000 pengunjung untuk bertemu dengan 70 peserta pameran lokal maupun luar negeri seperti Jepang, India, Malaysia, Tiongkok, Jerman, Amerika, hingga Inggris.
(Ant)
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB
Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:07 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:44 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:43 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:55 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:32 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:31 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:30 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 21:25 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 20:07 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 13:29 WIB