Minggu, 21 Juni 2026

25 Negara Pengembang Properti, Serbu Cikarang - Jabar

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Sabtu, 29 Juni 2019 | 13:26 WIB
Jakarta, NAWACITA - Sejumlah pengembang semakin yakin mengembangkan properti di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Dengan adanya kawasan industri yang diisi dari 25 negara pasar propertinya makin menjanjikan.

Direktur PT Cowell Development Tbk. Firdaus Fahmi menyebutkan bahwa pasar di Cikarang saat ini sangat potensial terkait dengan peminat propertinya. Pasalnya, Cikarang menjadi rumah dari 2.100 unit pabrik dari 25 negara.

"Tahun ini kami meluncurkan produk yang memang harganya sangat terjangkau untuk yang bergaji minimal 15 juta. Rumah landed Rp600 jutaan, per unit" ungkapnya kepada Bisnis saat ditemui seusai RUPS di Jakarta, Jumat (28/6).

Dari produk-produk di The Oasis Cikarang, berupa rumah tapak di The Banyan, diharapkan pekerja di Cikarang yang sebelumnya menyewa apartemen jadi bisa memiliki rumah.  Yang penting, kata Firdaus, adalah bagaimana pengembang bisa meluncurkan produk yang berbeda dari yang lainnya.

"Di Cikarang, apartemen itu sudah banyak sekali. Padahal landed pun pasarnya ada, banyak. Ini kan beda dari yang lain, makanya kami yakin untuk meluncurkan produk ini," sambung Firdaus.

Senada, anak perusahaan pengembang properti asal Jepang, PT Toyota Tsusho Real Estate Cikarang, menyebut bahwa pasar properti di Cikarang semakin baik dan tidak terpengaruh oleh kondisi gejolak perekonomian nasional.

Pasalnya, kawasan industri yang bergerak di Cikarang kebanyakan berasal dari negara lain seperti Jepang, Korea, China, dan lain-lain.

"Adanya kondisi politik tahun ini tidak memberikan pengaruh apa-apa buat kami di Toyota. Karena pasar kami memang 90% ekspatriat dari Jepang yang bekerja di Cikarang, itu selama industri masih ada di sana, permintaan akan tetap ada," jelas General Manager Toyota Tsusho Agha Ganesha.

(ANT)

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini