Yuli mengungkapkan bahwa, hitungan tersebut berdasarkan hasil produksi terendah, (masa dalam satu hektar hanya menghasilkan dua ton jagung) hal tersebut jelas tidak mungkin, dan pasti lebih banyak.
"Saya juga tidak menyangkal berita panjenengan," ujarnya.
Yuli juga menjelaskan bahwa, apakah petani sudah bertani sesuai dengan Panca Usaha Tani, karena dirinya banyak melihat para petani hanya menyemprot rumput, yang lalu digejik, sehingga hasilnya mungkin kurang bagus dan tidak maksimal.
"Mereka itu berbuat tersendiri, tanpa menggunakan pola-pola itu, mungkin juga pupuknya itu maksimal atau tidak, terlebih yang disayangkan itu modalnya petani itu biasanya ngutang dulu," paparnya.
Lebih lanjut Yuli berkata bahwa, yang kedua apakah berita apakah bisa di takedown, kalau memang tidak bisa KPH akan meng-counter berita yang telah beredar," tandasnya.
Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
Perhutani KPH Mojokerto Bersama IGTKI dan IIKP Adakan Kegiatan "Jum'at Bersih" di Persemaian
Dukung dan Fasilitasi Program GYM, Perhutani KPH Mojokerto Libatkan Anak SMA
Jaga Sinergitas, Perhutani KPH Mojokerto Bersama Forkopimcam di Hutan Mojokerto Lakukan Patroli
Raih Predikat Responden Terbaik Survey Pariwisata, Administratur KPH Mojokerto: Hal Ini Tidak Hanya Mengangkat Citra Wisata
Perhutani KPH Mojokerto Resmi Tutup GYM ke-2, Siswa SMA / SMK Mojokerto Sampaikan Ini