Bhima lantas menambahkan, aksi kericuhan tanggal 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu membuat investor menahan diri. "Adanya ketakutan hal itu terulang, membuat investor asing pada siang ini mencatat nett sells Rp63,6 miliar di bursa saham. Tapi dampak politik bersifat temporer jika kondisi keamanan berjalan kondusif," terangnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (27/6/2019).
Adapun pergerakan rupiah hari ini, lebih disebabkan faktor global terkait pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang deadlock.
"Eskalasi perang dagang masih menjadi momok bagi investor global. Ini terlihat dari naiknya indeks dolar AS sebesar 0,15% hari ini. Investor mencoba mencari aset yang lebih aman dengan membeli dolar AS dan menghindari aset di negara berkembang," jelasnya.
(ant)