"Neraca dagang kan bakal diumumkan oleh BPS kita tunggu saja. Tapi data awal BI, neraca perdagangan kami perkirakan Mei surplus," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (20/6/2019) laliu.
Di sisi lain, Perry mengutarakan eskalasi ketegangan hubungan dagang yang meningkat makin memengaruhi dinamika perekonomian global. Ketegangan hubungan dagang makin nyata menurunkan volume perdagangan dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara.
"Perekonomian AS diprakirakan tumbuh lebih rendah akibat ekspor yang menurun, stimulus fiskal yang terbatas, serta keyakinan pelaku ekonomi yang belum kuat. Ekonomi kawasan Eropa juga melambat dipengaruhi ekspor yang melemah, dan permasalahan struktural terkait aging population yang berlanjut," paparnya, sesuai dikutip Sindo News.
Disamping itu menurutnya pertumbuhan Tiongkok dan India juga melambat akibat penurunan kinerja sektor eksternal serta pelemahan konsumsi dan investasi. "Pertumbuhan ekonomi yang melambat kemudian mendorong sejumlah bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar," katanya.
(ANT)